Operasi Penertiban Miras di Ngada, Efridus Watu Moi: "Kami Imbau Kantongi Surat Izin"

Operasi Penertiban Miras di Kabupaten Ngada, Efridus Watu Moi: "Kami Imbau Kantongi Surat Izin"

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kasat Narkoba Polres Ngada Ipda Efridus Watu Moi memperlihatkan tumpukan jeriken berisi miras di Polres Ngada, Senin 14 Mei 2021. 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA-Operasi Penertiban Miras di Kabupaten Ngada, Efridus Watu Moi: "Kami Imbau Kantongi Surat Izin".

Kasat Narkoba Polres Ngada Ipda Efridus Watu Moi mengatakan, saat melakukan operasi penertiban minuman keras (miras) di tiga pasar yakni Pasar Mataloko, Jerebuu, dan Aimere, msyarakat baik penjual maupun yang memproduksi miras sangat proaktif.

Karena masyarakat kooperatif, pihaknya menghimbau kepada para penjual dan pengrajin minuman keras (miras) supaya mengantongi surat izin menjual dan surat izin produksi sebelum menjual mirasnya.

"Mereka menerima itu, dan kami menganjurkan kepada para penjual untuk membuat surat izin secara resmi sebelum menjual sehingga tidak dijual secara ilegal," ungkap Kasat Narkoba Polres Ngada Ipda Efridus Watu Moi saat ditemui di ruang kerjannya, Senin 14 Juni 2021.

Baca juga: Massa GMNI Bertahan di Depan Kantor Bupati Flotim, Minta Bupati Flotim Temui Mereka

Baca juga: Esthon Foenay Pastikan Tidak Ikut Pilgub NTT

Efridus mengatakan, selain menganjurkan kepada penjual miras, pihaknya juga menganjurkan kepada masyarakat yang memproduksi miras supaya juga mengantongi surat izin usaha supaya usaha mereka legal.

"Kita anjurkan kepada mereka yang menjual khusus minuman keras lokal (arak, red)," ujarnya.

Diberitakan Pos Kupang sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Ngada kembali melakukan penertiban peredaran minuman keras (miras) di wilayah tersebut. Penertiban tersebut dilakukan berdasarkan atensi dari Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) karena akhir-akhir ini banyak tindak pidana yang dipicu oleh menegak minuman keras.

Karena adanya atensi dari Kapolda NTT, maka pihaknya yang berada di jajaran polres langsung melakukan penertiban peredaran miras di pasar-pasar.

Baca juga: Kasat Narkoba Polres Ngada Anjurkan Penjual dan Pengrajin Miras Harus Kantongi Izin

Baca juga: Promo McDonalds Hari ini Senin 14 Juni 2021, Harga Spesial Serba 30Ribuan, Promo Paket Family Time

Dijelaskannya, selama tahun 2021 ini, pihaknya sudah melakukan operasi penertiban miras sebanyak tiga kali yang dilakukan sejak tiga minggu yang lalu. Dari hasil operasi tersebut, Satuan Reserse Narkoba Polres Ngada sudah menertibkan sebanyak 45 jumbo miras yang dikemas dalam jeriken besar berukuran 35 liter.

Rinciannya, di pasar Mataloko, pihaknya berhasil menyita sekira 32 jeriken, di pasar Jerebuu sebanyak 13 jeriken, dan yang terakhir di pasar Aimere, namun pihaknya idak ditemukan pedagang yang menjual miras.

"Jenis miras yang disita rata-rata arak (miras lokal, red)," ujarnya.

Efridus menjelaskan, pada saat melakukan operasi tersebut, para penjual miras sangat kooperatif dan mereka tidak melakukan perlawanan saat Satuan Reserse Polres Ngada melakukan penyitaan.

"Kami menganjurkan kepada mereka para penjual supaya ada izin untuk jual. Jangan jual secara ilegal seperti ini. Begitu juga dengan produksi. Harus ada izin usahanya, sehingga usahanya legal," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved