Breaking News:

Ingkar Janji Menikah, Tergugat Bayar 91 Juta Kepada Penggugat

hakim menolak eksepsi Tergugat dan Para Turut Tergugat dan mengabulkan gugatan dari Penggugat.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Kuasa hukum KS, Yosep Sanam, SH (kanan) dan rekan.  

Ingkar Janji Menikah, Tergugat Bayar 91 Juta Kepada Penggugat

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Seorang wanita di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, berinisial KS menggugat  pasangannya bernama Aseng Situs H. Adonis (ASA) dan wajib membayar uang tunai 91 juta sebagai ganti rugi. Hal tersebut dikarenkan ASA telah melanggar janji untuk menikahi dirinya.

Permohonan gugatan tersebut dikabulkan Hakim di Pengadilan Klas 1A Kupang dan menolak eksepsi Tergugat dan Para Turut Tergugat pada tanggal 2 Juni 2021 lalu.

Dalam gugatannya, melalui kuasa Hukumnya Yosep Sanam, SH, KS menggugat ASA untuk membayar kerugian yang dialaminya senilai 1 miliar lantaran janji menikahi dirinya tak kunjung ditepati ASA. 

Kuasa Hukum KS, Yosep Sanam, SH mengatakan, hakim menolak eksepsi Tergugat dan Para Turut Tergugat dan mengabulkan gugatan dari Penggugat.

Pengabulan tersebut, ditegaskan menurut hukum bahwa tindakan dan atau perbuatan Tergugat yang tidak menepati janjinya untuk menikahi Penggugat dikualifikasikan sebagai 

“Pelanggaran Norma Kesusilaan Dan Kepatutan Dalam Masyarakat dan Merupakan Perbuatan Melanggar Hak Dan Melawan Hukum yang sangat merugikan Penggugat," ujar Yosep, mengutip isi putusan, Minggu 13 Juni 2021 kepada Pos Kupang. 

Dijelaskan Yosep, oleh karena Tergugat tidak menepati janjinya untuk mengawini Penggugat maka Tergugat harus membayar kembali kepada Penggugat segala biaya yang telah dikeluarkan sebagai akibat tidak terpenuhinya janji Tergugat untuk menikahi Penggugat pada waktu yang tidak ditentukan.

Diputuskan itu, kata dia, tergugat wajin membayar kerugian materil pada pertemuan pertama tanggal 17 Juli 2020, tanggal 10 Agustus 2020, tanggal 21 Agustus 2020, tanggal 06 September 2020, tanggal 12 September 2020, dan tanggal 25 Sptember 2020, yang seluruhnya sejumlah Rp 25 juta. 

Selanjutnya, tergugat juga wajib membayar kerugian moral karena jatuhnya kehormatan dan harga diri Penggugat atau NA EK ENO MAN ABATAI NAFANI BIFEL sebesar  Rp 25 juta secara tunai.

Lebih jauh, Yosep memamparkan, tergugat pun membayar biaya ketika Penggugat melahirkan  dan kerugian Imateril berupa pemulihan nama baik orang tua dan keluarga Penggugat dengan masing-masing 25 juta.

Sementara untuk tergugat dan para turut tergugat juga diwajibkan membayar biaya yang timbul dalam perkara ini senilai Rp 1.310.000.

"Bahwa sebagai kuasa hukum kami berterima kasih karna gugatan sebagian di terima. Memang masih  banyak hal yang belum di pertimbangkan oleh hakim. Kami sebagai kuasa hukum kami menungu kalau tergugat banding kami siap melayani," tambahnya.

Yosep juga membeberkan, awalnya, proses gugatan ini dilakukan tuntutan sebesar 1 miliar. Namun hal tersebut tidak dikabulkan Hakim. Ia pun menegaskan pihaknya membuka diri jika ada niat baik dari tergugat untuk menyelesaikan proses ini ke sisi kekeluargaan.

"Ini menyangkut harga diri pengugat. Karna mungkin tergugat masih belum merasa puas dengan putusan silahkan banding," pungkasnya.  (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved