Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik 13 Juni 2020: Ia Memberitakan Firman kepada Mereka Sesuai Pemahaman Mereka

Menurut Yesus, hal Kerajaan Surga adalah kenyataan hidup yang memberikan sukacita, damai dan kebahagiaan.

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Ambros Ladjar 

Renungan Harian Katolik, Minggu 13 Juni 2020: IA Memberitakan Firman kepada Mereka Sesuai Pemahaman Mereka (Mk 4: 26 - 34)

Bacaan: Yehezkiel 17: 22-24 dan 2 Kor 5: 6-10.

Oleh: RD. Ambros Ladjar

POS-KUPANG.COM - Pohon yang tumbuh sejak awal tidak saja ditanam bibit, benihnya, berupa biji-bijian tapi juga lewat stek, akar/umbi, dsb. Hal ini disinggung, baik dalam Kitab Nabi Yehezkiel maupun Injil hari ini perihal benih yang tumbuh dan biji sesawi. Irama tumbuhnya pelan tapi pasti. Kita tak lihat dengan mata melek, namun setiap hari bertumbuh baik tanpa diatur. Yesus menggunakan kenyataan hukum alam ini agar orang saat itu bisa memahami pengajaran-Nya.

Menurut Yesus, hal Kerajaan Surga adalah kenyataan hidup yang memberikan sukacita, damai dan kebahagiaan. Nilai-nilai ini ditopang oleh kepampuan bertumbuh dalam perjalanan hidup yang baik dan benar. Penanaman nilai itu lewat proses panjang sejak awal. Tampak memang sederhana, tapi diharapkan agar kelak akan memberikan hasil yang baik bagi semua orang. Benih yang ditaburkan atau ditanam itu bisa menjadi pohon besar yang memberikan manfaat. Tidak cuma memberikan naungan dan keteduhan dari panas, tapi juga buah bagi mereka yang kelaparan.

Banyak orang terobsesi untuk membuat hidupnya berguna bagi sesamanya. Hal ini bisa terwujud jika sejak awal hidupnya sudah ditanamkan nilai-nilai iman, moral, etika serta segala nilai tradisi positif lainnya. Tanpa sadar nilai-nilai itu menjadi daya penguat yang mendorong orang guna mengekspresikannya dalam hidup. Jika orang mampu mewujudkan hal itu sesuai sikon yang tepat, maka hidupnya pun bakal seperti pohon besar. Ia bisa memberikan pelindungan, menjadi pengayom dan sandaran hidup.

Dari perumpamaan Yesus ini, coba melihat diri kita masing-masing, apa yang sudah kita miliki. Kata Nabi Yehezkiel, inisiatif yang baik selalu datang dari Tuhan Allah. Masalahnya apakah kita mempunyai kemauan guna mengubah perilaku kita? Jika perilaku baik, maka menginspirasi orang lain untuk berkembang. Bahkan menjadikan pola hidup itu cerminan tingkah laku. Di sisi lain, jika pola hidup kita jelek dan susah diubah, maka kita bakal tak berguna, meskipun diusahkan dengan cara apa pun. Karena kita tak punya niat baik untuk berkembang menjadi pribadi yang baik dan berdaya guna.

Seturut rasul Paulus, hidup kita di bumi ini tak abadi. Bagaimanapun hebatnya kita, hidup itu ada masanya. Suatu saat kita harus tinggalkan. Sebab itu kita dipanggil guna menciptakan suasana hidup mirip kerajaan Allah. Artinya kita perlu berlaku menjadi pembawa suasana kesejukan hidup. Tak boleh jadi biang kerok perbantahan dalam relasi satu sama lain.

Di situ kita wujudkan makna kehidupan yang berdampak pada Gaudete et Exultate, sukacita dan kegembiraan bagi orang lain. Sikap serupa dapat terwujud bilamana kita memiliki inspirasi kreatif ibarat benih yang tumbuh dan berkembang seirama hukum alam. Semoga  keluarga-keluarga kita pun dapat berkembang menjadi benih yang baik guna mewarnai kehidupan masyarakat luas.

Salam sehat di Hari Mainggu buat semuanya. Tetap taat menjaga Prokes. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing- masing dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita hidup. Amin.*

Simak juga video renungan harian katolik berikut;

Akses artikel-artikel renungan harian katolik lainnya DI SINI

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved