PT WIKA Siap Selesaikan Kerusakan Jembatan Benenain di Malaka

Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) PT Wijaya Karya ( PT WIKA) yang dipercayakan Kementerian PUPR mengerjakan Jembatan Benenain di Malaka

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
edi
Kondisi jembatan Benenai di Malaka yang miring akibat diterjang banjir badai Seroja pada April 2021 lalu. 

POS-KUPANG.COM | BETUN--Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) PT Wijaya Karya ( PT WIKA) yang dipercayakan Kementerian PUPR mengerjakan Jembatan Benenain di Malaka pasca banjir bandang siap "tancap gas".

Dalam target jembatan yang rusak sepanjang 125 meter itu direncanakan sudah bisa digunakan pada Nopember 2021 mendatang. Saat ini secara bertahap dilakukan pembongkaran jembatan yang miring itu.

Hal ini disampaikan Staf Administrasi PT WIKA, Komang dan Staf Bagian Keuangan, Egy kepada wartawan di Betun, Ibu kota Kabupaten Malaka, Sabtu (12/6/2021).

Dijelaskan Komang, sebelum dilakukan pembongkaran beberapa ruas jembatan utama yang rusak akibat banjir, pihaknya sebulan belakangan membuat jembatan darurat.

Baca juga: Kode Redeem ML 14 Juni 2021, Buruan Klaim Kode Redeem Mobile Legends Terbaru

Baca juga: Anggota KKB Papua Ditangkap Saat Menyusup ke Kota Mimika, Ini Dosa-dosanya hingga Diburu Aparat

Hal ini dimaksudkan agar arus kendaraan bisa melintas sehingga transaksi ekonomi warga berjalan normal. Jembatan darurat inipun dibuat untuk memperlancar arus kendaraan proyek mengangkut material yang dibutuhkan saat pengerjaan jembatan utama nanti.

Dikatakan Komang bahwa panjang jembatan yang rusak dan siap dikerjakan sepanjang 125 meter. Terhitung dari Kamis (10/6/2021) sudah dilakukan pembongkaran tetapi melalui pentahapan.

"Kita tidak robohkan sekaligus tetapi bertahap. Tahapannya secara detail dengan melihat titik kerusakan yang paling fatal yang mana," kata Komang.

Komang mengakui sampai saat ini kontrak kerja untuk pengerjaan proyek jembatan Benenai akibat dampak seroja belum diketahui secara jelas. Pihaknya baru menerima Surat Perintah Kerja (SPK) oleh kementrian.

Baca juga: Kecam Gaya Hidup K-Pop, Kim Jong Un Ancam Eksekusi Mati Fans BTS di Korut, Ini Alasan Sang Diktator

Baca juga: Dulu Bantu Timor Leste Merdeka,Australia Ketar-ketir,Bumi Lorosae Bakal ada Pengkalan Militer China

"Kita kerja dulu. Namanya juga Perusahaan BUMN maka harus kerjakan untuk membantu warga di Malaka. Biasanya proses pembayaran pekerjaan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan tim Inspektorat, capaian kerja seperti apa barulah dibayar," jelas Komang.

Egi menambahkan, dalam rencana memang proyek ini selesai dikerjakan sekitar Nopember 2021 sehingga aktifitas di lapangan bekerja allout dengan tetap memperhatikan mutu pekerjaan.

Terkait adanya pengeluhan kontraktor lokal yang merasa dianaktirikan dalam hal penggunaan peralatan, Egy menegaskan bahwa tidak ada yang namanya menyepelekan kontraktor lokal.

Pihaknya, lanjut Egy, siap bekerjasama sepanjang perusahaan lokal memiliki lisensi yang mumpuni dan bekerja profesional. Pasalnya, pekerjaan proyek ini merupakan perintah pimpinan Kementrian PUPR.

"Jika ada teman-teman pengusaha lokal khusus di Malaka mau berkolaborasi, mari kita diskusikan. Kita tentu lihat spesialisasi dan hal-hal teknis dalam upaya menyelesaikan pekerjaan besar ini. Peralatan yang kami gunakan juga menyewa milik perusahaan di NTT tidak mendatangkan dari Jawa," jelas Egy.

Bagi PT WIKA, lanjut Egy, sepanjang ada komunikasi bersama untuk pekerjaan proyek jembatan ini tentu pihaknya wellcome buat perusahaan lokal. Bahkan pekerja lokal dilibatkan untuk membantu menyelesaikan pekerjaan jembatan Benenai.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved