Breaking News:

Terkait Unjuk Rasa Mahasiswa di Alor, Kapolres Christmas : Tak Ada Represi, Itu Tegas dan Terukur 

organisasi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Pedagang Alor itu berlangsung Kantor Bupati Alor

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RYAN NONG
Peserta aksi diamanatkan oleh anggota kepolisian dari Polres Alor dan Satuan Pol PP Kabupaten Alor saat unjuk rasa di Kantor Bupati Alor pada Kamis 10 Juni 2021. 

Terkait Unjuk Rasa Mahasiswa di Alor, Kapolres Christmas : Tak Ada Represi, Itu Tegas Dan Terukur 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Sebuat video berisi pengamanan unjuk rasa mahasiswa di Kalabahi Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur viral di media sosial. 

Dalam Video berdurasi 2.29 menit itu, tampak beberapa anggota Polisi mengamankan beberapa mahasiswa saat aksi.

aktivis mahasiswa terlihat diseret dan tampak seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Alor yang berusaha menginjak mahasiswa itu. 

Kapolres Alor AKBP Agustus Christmas yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Jumat 11 Juni 2021 membenarkan aksi mahasiswa tersebut.

Ia mengatakan aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa dan organisasi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Pedagang Alor itu berlangsung Kantor Bupati Alor, Kamis 10 Juni 2021 kemarin.

Para pengunjuk rasa, kata Kapolres Christmas, memprotes kebijakan pemerintah kabupaten merelokasi 753 pedagang Pasar Kadelang ke Pasar Liba Kalabahi.

Ia menjelaskan, terkait tindakan yang diambil pihak kepolisian itu terjadi karena para pengunjuk rasa memaksa untuk masuk ke gedung Kantor Bupati untuk melakukan sweeping dan bertemu langsung dengan Bupati Amon Jobo. Menurut mereka, harus bupati yang menerima mereka langsung untuk menyalurkan aspirasi. 

"Karena memaksa masuk, ada kami amankan beberapa orang yang diduga memprovokasi yang lain. Hal itu untuk menetralisir keadaan sehingga penyampaian aspirasi tersebut dapat tersampaikan dengan baik," terang Kapolres Christmas.

Ia menjelaskan, dalam setiap pengamanan aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan kepolisian, selain mengawal dan mengamankan para peserta aksi, polisi juga bertanggung jawab untuk mengamankan sasaran aksi baik orang, barang dan gedung.

Sehingga, lanjut Kapolres Christmas, apabila ada pihak-pihak yang berupaya melakukan tindakan-tindakan yang mengarah kepada tindakan anarkis ataupun pidana, maka pihak Kepolisian akan melakukan tindakan tegas dan terukur.

Kapolres Christmas juga menampik jika pihaknya disebut represif. Menurut dia, apa yang dilakukan telah sesuai dengan protap standar pengamanan unjuk rasa. 

Ia menjelaskan, setelah kondisi normal, para peserta aksi yang diamankan dimediasi. Proses diskusi antara perwakilan aksi dengan Kapolres berlangsung lancar.

Pihak kepolisian, lanjut dia,  mengamankan sementara peserta aksi untuk menetralisir keadaan karena kondisi tersebut dapat saja dimanfaatkan oleh pihak yang ingin memanfaatkan aksi tersebut untuk membuat situasi aksi menjadi kacau dan penyampaian aspirasi tidak berjalan baik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved