Breaking News:

Kekurangan Air Bersih Bagi Warga Labuan Bajo Masalah Klasik

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) menjelaskan, persoalan kekurangan air bersih juga sering dikeluhkan masyarakat Labuan Bajo

POS KUPANG.COM/GECIO VIANA
Anggota DPRD Kabupaten Mabar, Anton Aron saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Mabar, Jumat 11 Juni 2021. 

Kekurangan Air Bersih Bagi Warga Labuan Bajo Masalah Klasik

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO -- Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Anton Aron mengatakan, kekurangan air bersih merupakan masalah klasik bagi warga Kota Labuan Bajo.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui POS-KUPANG.COM di Kantor DPRD Kabupaten Mabar, Jumat 11 Juni 2021.

"Ini masalah dari dulu bagi kota Labuan Bajo, belum selesai masalah air minum bersih. Sampai hari ini masyarakat Labuan Bajo kekurangan air dan sering saya sampaikan ke Perumda Wae Mbeliling," katanya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) menjelaskan, persoalan kekurangan air bersih juga sering dikeluhkan masyarakat Labuan Bajo.

Baca juga: Ketua DPRD Mabar Nilai Pemerintah Lengah Terkait Warga Satu Desa di Labuan Bajo Minum Air Kali

"Air ini adalah kebutuhan rakyat, yang dilihat adalah ketersediaan dan kebutuhan. Kalau masyarakat masih mengalami kekurangan air artinya masih ada ketersediaan belum cukup. Akan korelasi yang baik, jika ketersediaan cukup, pasti tidak kekurangan air," paparnya.

Pihaknya pun meminta Perumda Wae Mbeliling Mabar untuk melakukan studi yang komprehensif terkait kebutuhan air bersih bagi warga Labuan Bajo, karena perkembangan Kota Labuan Bajo sebagai daerah wisata, sekaligus kota tujuan banyak orang karena magnet pariwisata.

"Sehingga saya minta studi kebutuhan agar manajemen pengaturan air harus lebih baik. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), saya minta direkturnya sampaikan kekurangan air, apakah kekurangan volume atau ketersediaan air, maka DPRD dorong untuk optimalisasi sumber air yang ada," katanya.

Bencana Alam di Pulau Messah, Anggota DPRD Mabar Sewardgading Dorong Pemkab Harus Responsif 

"Dorongan dari DPRD terkait angggaran untuk penambahan volume di Labuan Bajo. Pandangan saya apakah air yang ada itu sudah bisa menjawab kebutuhan di masyarakat. Harus dia sampaikan secara mendetail lewat studi khusus. Saya ibaratkan beras, kenapa kita tidak teriak kekurangan beras, karena ketersediaan beras cukup. Nah pun demikian dengan air karena ada banyak yang teriak butuh air saya dapat pastikan air kurang," tambahnya.
(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved