Breaking News:

China Gigit Jari, Kira Didukung Indonesia Akui Milik Laut China Selatan Sogok dengan Vaksin Sinovac

Selain dengan kekuatan militer, China juga melakukan diplomasi ke negara-negara Asia Tenggara agar mengakui hak klaim China atas Laut China Selatan

Editor: Alfred Dama
Dok. AmiriYandi/InfoPublik/DJIKP/Kominfo
Sejumlah 8 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bulk tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Selasa (25/5/2021). 

Namun, jumlah vaksin resmi yang dipesan dan dilengkapi oleh Jakarta dari semua sumber, tidak termasuk Sinovac berjumlah 438 juta dosis atau 66%.

Oleh karena itu, kemungkinan Indonesia bergantung pada pasokan vaksin dari China tidak terlalu tinggi.

Apalagi, dari sudut pandang pemerintah Indonesia, pengadaan vaksin dari China dan sumber eksternal lainnya hanyalah strategi jangka pendek untuk menahan pandemi.

"Indonesia masih harus bisa mengembangkan vaksin di dalam negeri," kata Bambang Brodjonegoro , Menteri Riset dan Teknologi Indonesia.

Strategi ini akan membantu Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada vaksin impor, termasuk vaksin dari China.

Selain menghindari ketergantungan pada Beijing, alasan lain untuk mendiversifikasi pasokan adalah karena efektivitas vaksin China yang relatif rendah.

Yaitu 50,4% untuk Sinovac, 79% untuk Sinopharm , dan 66% untuk CanSino

Sementara negara-negara berpenghasilan tinggi menimbun vaksin yang lebih andal dari Pfizer-BioNTech , Moderna , Novavax, dan AstraZeneca

Pasar vaksin China terkonsentrasi di negara-negara berkembang.

Indonesia bukan satu-satunya negara Asia Tenggara yang ingin menghindari ketergantungan yang berlebihan pada vaksin China.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved