Breaking News:

Pemerhati Tenun Ikat Saran Pemerintah Perhatikan Branding dan Pemasaran

-Pemerhati tenun ikat Kabupaten Belu, Pius Fahik menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Belu supaya memperhatikan brandin

POS KUPANG. COM/TENI JENAHAS
FOTO BERSAMA---Para pemerhati tenun ikat yang menjadi peserta kegiatan evaluasi pencapaian indikator kinerja RPJMD 2016-2021 hari keempat foto bersama Bupati dan Wakil Bupati Belu di Gedung Betelalenok, Kamis 10 Juni 2021.  

Pemerhati Tenun Ikat Saran Pemerintah Perhatikan Branding dan Pemasaran

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM| ATAMBUA----Pemerhati tenun ikat Kabupaten Belu, Pius Fahik menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Belu supaya memperhatikan branding atau proses penyampaian informasi secara luas tentang produk kerajinan tangan seperti tenun ikat. Pasalnya, branding tenun ikat Belu belum bergaung. 

Faktor ini yang membuat produk kerajinan tangan di Kabupaten Belu kalah bersaing dengan produk lokal di daerah lain di NTT. Oleh karena itu, saatnya pemerintah Kabupaten Belu mulai menggaungkan brand tenun ikat Belu lebih luas lagi. 

Selain branding, kata Pius, teknik promosi atau pemasaran produk lokal juga belum menjawab kebutuhan pasar. Pius menyarankan kepada pemerintah agar mendamping kelompok tenun  secara intens dan berkelanjutan terutama menjaga kualitas serta teknik pemasaran produk di era digitalisasi. 

Pius Fahik mengangkat hal ini dalam kegiatan evaluasi pencapaian indikator kinerja RPJMD 2016-2021 hari keempat, Kamis 10 Juni 2021. Kegiatan ini diselenggarakan Pemkab Belu selama lima hari sejak Senin 7 sampai dengan Jumat 11 Juni 2021. Kegiatan bertempat di Gedung Betelalenok Atambua. 

Di hari keempat, evaluasi dilakukan pada bidang perindustrian, perdagangan dan pemberdayaan masyarakat desa. OPD teknis Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Sementara stakeholder yakni, Dekranasda, Kepala Bank BNI, Bank NTT dan pemerhati tenun ikat. 

Pada kesempatan itu, Pius Fahik mengangkat soal branding dan promosi yang harus diperhatikan pemerintah saat ini. Kata dia branding tenun ikat belum digaungkan karena belum ada ketetapan tentang karakteristik atau ciri khas tenun ikat Belu dalam bentuk tertulis. 

Menurut Pius, warna, bentuk garis diagonal dan simbol-simbol dalam tenun ikat itu memiliki cerita tersendiri dan unik. Tugas pemerintah adalah menggali cerita dibalik simbol itu lalu dibuat secara tertulis. 

"Hasil kerajinan tangan itu memiliki ceritanya. Perindag telusuri cerita dibalik gambar itu", saran Pius. 

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved