Breaking News:

Jangan Pisahkan Cinta Kami Karena Kami Saling Mencintai, Pernikahan Kekasih Beda Negara Kandas

Jangan Pisahkan Cinta Kami Karena Kami Saling Mencintai, Pernikahan Kekasih Beda Negara Kandas karena Status Pengungsi Sang Pria

dok rudenim kupang
Kedua pasang kekasih beda negara AS (kanan), pengungsi asal Afghanistan yang menempati shelter di Kupang dengan EWR, perempuan asal Kabupaten Sabu Raijua Provinsi NTT, Indonesia, saat di Kapal Cantika Lestari 9C dari Sabu Raijua ke Kupang. 

POSKUPANG.COM, KUPANG - Jangan Pisahkan Cinta Kami, Kami Saling Mencintai, Curhat Pasangan Kekasih Beda Negara yang Pernikahannya Kandas karena Status Pengungsi.

PERNIKAHAN pasangan kekasih beda negara Afghanistan dan Indonesia yang harusnya berlangsung di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), Indonesia, kandas.

Pasangan ini adalah AM (24), pria asal Afghanistan yang sudah 6 tahun menjadi pengungsi yang menetap di Shelter Lavender Kupang dan EWR (25), perempuan asal Kabupaten Sabu Raijua.

Keduanya berkenalan di Facebook sekitar tahun 2016 atau 5 tahun lalu, saat itu AS sedang menunggu penempatannya ke negara ketiga dan EWR bekerja di Batam.

Mereka kemudian sepakat menjalin hubungan asmara meskipun dilakukan secara LDR alias Long Distance Relationship. Beberapa kali mereka jumpa darat.

Baca juga: Begini Tujuan UNHCR Temui Pengungsi Afghanistan di Kupang Provinsi NTT

Baca juga: Percaya Kepada Wakil Gubenur NTT Josep Nae Soi, Pengungsi Afghanistan Stop Demo di IOM Kupang

Baca juga: Wagub NTT, Josep Nae Soi Minta IOM Segera Selesaikan Masalah Pengungsi Afghanistan di Kupang  

Baca juga: IOM Kupang Pastikan Ikuti Regulasi Dalam Penanganan Pengungsi Afghanistan di Kupang NTT

Dan awal tahun 2021 keduanya bersepakatan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan sehingga ERW memutuskan berhenti bekerja di Batam untuk menikah dan bersatu dengan pujaan hatinya, AM.

Sejak saat itu mereka bersama keluarga masing-masing mulai mempersiapkan acara pernikahannya di Desa Raenalulu RT / RW 001 / 001, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

"Saya sudah memberitahukan orangtua saya di Afghanistan. Rencananya saya dan EWR akan berkat nikah di Gereja di Sabu tanggal 10 Juni 2021 ini. Saya ikut EWR dan orangtua saya marah tapi saya sudah memilih karena saya sangat cinta dia," aku AW kepada poskupangwiki.com,  Selasa (8/6/2021).

Kedua pasang kekasih beda negara AS (kanan), pengungsi asal Afghanistan yang menempati shelter di Kupang dengan EWR, perempuan asal Kabupaten Sabu Raijua Provinsi NTT, Indonesia, saat di Sabu Rajua.
Kedua pasang kekasih beda negara AS (kanan), pengungsi asal Afghanistan yang menempati shelter di Kupang dengan EWR, perempuan asal Kabupaten Sabu Raijua Provinsi NTT, Indonesia, saat di Sabu Rajua. (dok rudenim kupang)

Tanggal 28 Juni 2021, AW yang berstatus pengungsi berangkat ke Sabu Raijua tanpa memberitahukan ke Rudenim Kupang. Pada Kamis (3/6/2021), AW dan EWR melangsungkan pernikahan adat.

"Saya dan EWR sudah kenoto, nikah adat. Tapi pernikahan kami di gereja batal karena aturan Indonesia tidak ijin, kami sangat sedih," kata AW. 

Halaman
123
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved