Breaking News:

Mery Babu : Para Pelaku Asal Kabupaten TTS Sudah Lama Ada Niat Jahat

jika ingin mengambil sertu di wilayah tersebut namun tidak diberikan. Lantaran tanah tersebut merupakan tanah milik desa

POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Nampak jenazah Oktovianus sedang berada di Puskesmas Fatumnutu 

Mery Babu : Para Pelaku Sudah Lama Ada Niat Jahat

POS-KUPANG.COM | SOE -- Mery Babu, adik kandung Oktovianus Babu mengatakan, pelaku Imanuel Babu sudah lama memiliki niat jahat terkait aktivitas pengambilan sertu di tanah milik desa Usapimnasi yang digunakan untuk pembangunan jalan di wilayah tersebut.

Pelaku meminta uang senilai 25 juta jika ingin mengambil sertu di wilayah tersebut namun tidak diberikan. Lantaran tanah tersebut merupakan tanah milik desa.

"Pelaku dan keluarganya sudah lama berencana jahat. Mereka minta uang 25 juta, tapi tidak dikasih oleh pemilik alat berat. Makanya para pelaku melarang untuk mengambil sertu di lokasi tersebut," ungkap Mery kepada POS-KUPANG.COM, Rabu 9 Juni 2021 malam.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ayah dan Anak di Kabupaten TTS Saling Bantu Habisi Nyawa Oktovianus

Pada saat kejadian lanjut Mery, korban hanya sedang duduk di lokasi pengambilan sertu. Namun secara tiba-tiba korban diserang dan ditikam.

"Korban ini bukan sedang mengambil sertu. Korban hanya kebetulan duduk di lokasi itu usai pesiar oto. Tanpa alasan yang jelas, pelaku menyerang dan menikam korban," ujarnya.

Dirinya berharap pihak kepolisian bisa segera mengamankan pelaku penikaman yang menghabisi nyawa kakaknya.

Dirinya menuntut keadilan untuk kakaknya dengan menuntut hukuman mati atau seumur hidup untuk para pelaku.

Baca juga: Korban Tewas Lakalantas di Waigete, Warga Kabupaten TTS

Diberirakan sebelumnya, Ayah dan anak, Imanuel Babu ( 50) Yongki Babu (21) di Desa Usapimnasi, Kecamatan Polen saling bantu melakukan aksi pembunuh, Rabu 9 Juni 2021. Menggunakan sebilah pisau, Imanuel menghabisi nyawa Oktovianus Babu (42) yang masih kerabat pelaku sendiri. 

Aksi pembunuh ini bermula ketika kedua pelaku mendatangi lokasi pengambilan sertu di Desa Usapimnasi.

Kedua pelaku melarang untuk mengambil sertu di lokasi tersebut. Namun oleh korban, meminta agar pengambilan sertu terus dilakukan karena lokasi pengambilan sertu merupakan tanah umum dan sertu yang diambil untuk kepentingan umum (pembangunan jalan).

Mendengar perkataan korban pelaku naik pitam dan sempat berusaha memukul korban namun berhasil dihindari korban. (Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved