Breaking News:

Kecam Aksi Penikaman Kepsek SDI Ndora, PGRI Nagekeo Minta Pelaku Dihukum Seumur Hidup

PGRI Kabupaten Nagekeo mengecam aksi penikaman terhadap Kepsek SDI Ndora Delfina Azi hingga meninggal dunia yang dil

POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Korban saat sedang menjalani perawatan medis di Puskesmas Nangaroro, Selasa 8 Juni 2021. 

Kecam Aksi Penikaman Kepsek SDI Ndora, PGRI Nagekeo Minta Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | BAJAWA-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Nagekeo mengecam aksi penikaman terhadap Kepsek SDI Ndora Delfina Azi hingga meninggal dunia yang dilakukan oleh oknum orangtua salah satu siswa di sekolah itu.

Ketua PGRI Nagekeo, Winibaldus Soba melalui pernyataan sikap PGRI Kabupaten Nagekeo Nomor 18 /PGRI-NGK/Um/06/2021 yang dikeluarkan pada, Rabu 8 Juni 2021 meminta agar pelaku penikaman tersebut dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Dijelaskannya, PGRI Kabupaten Nagekeo, mengakui bahwa guru sebagai pendidik profesional, dalam melaksanakan tugasnya tentunya dapat bersinggungan dengan subyek yang bernama peserta didik, orang tua, masyarakat dan pemerhati.

Bukan tidak mungkin akan terjadi pula perbedaan pendapat antara guru dengan pihak lain. Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut atas ketentuan Pasal 42 UU Guru dan Dosen, Pengurus PGRI Kabupaten Nagekeo menyatakan bahwa tetap menegakan kode etik guru, memberikan bantuan hukum kepada guru, memberikan perlindungan profesi guru dan bersedia memberikan pembinaan dan pengembangan terhadap profesi guru dengan tetap memandang penting kritikan, masukan konstruktif apapun baik dari pihak orang tua, masyarakat dan pemerintah terhadap hal-hal managerial sekolah dan bentuk bentuk pengambilan kebijakan lembaga pendidikan demi menjamin stabilitas dan iklim sekolah yang kondusif.

Winibaldus menyatakan bahwa, tindakan pelaku terhadap korban sebagaimana dimaksudkan di atas merupakan tindakan keji, kejam, biadab yang dilakukan secara berencana di dalam lembaga pendidikan yang merenggut nyawa guru dan saudari seprofesi Adefina Azi.

Dengan memperhatikan bahwa guru secara normative harus mendapatkan perlindungan, sebagaimana ketentuan Pasal 39 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 (1) yang mengatakan bahwa "Pemerintah, Pemerintah Daerah, Masyarakat, Organisasi Profesi dan /atau Satuan Pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap Guru dalam tugasnya.

Dalam pernyataan sikap tersebut, PGRI Nagekeo mengutuk keras perbuatan pelaku pembunuhan terhadap guru Delfina Azi.

"PGRI Nagekeo juga memohon kepada aparat penegak hukum untuk memproses tuntas tindakan pidana pembunuhan terhadap guru Azi Delfina sesuai ketentuan hukum yang berlaku (hukuman seumur hidup dan atau hukuman mati )," ungkapnya.

Winibaldus mengatakan, PGRI Nagekeo juga memohon negara hadir melalui Pemerintah Nagekeo, DPRD Nagekeo, Aparat Penegak Hukum, Tokoh Mayarakat , Tokoh Agama dan Tokoh adat untuk dapat memberikan perlindungan terhadap keselamatan para Guru dan tenaga kependidikan.

Baca juga: Info Sport Euro 2020: Striker Anyar Karim Benzema Terancam Absen di Laga Prancis vs Jerman

Baca juga: Info Sport : Ini Biodata Jose Wilkson Teixeira, Striker Baru Persebaya asal Brasil Liga 1 2021

Sebagai bentuk solidaritas dan soliditas terhadap Guru Azi Delfina, maka PGRI Kabupaten Nagekeo menyatakan turut berduka cita yang mendalam dan semua satuan pendidikan dari berbagai jenis, jalur dan jenjang di Kabupaten Nagekeo difakultatifkan pada hari pemakamannya.

"Kami memohon kepada Pemerintah Daerah untuk memberikan jaminan rasa aman dan nyaman bagi komunitas SDI Ndora," ungkapnya. (mm)

Korban saat sedang menjalani perawatan medis di Puskesmas Nangaroro, Selasa 8 Juni 2021.
Korban saat sedang menjalani perawatan medis di Puskesmas Nangaroro, Selasa 8 Juni 2021. (POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved