Breaking News:

Gedung SMPN-SMAN Wederok Tersegel 5 Bulan, Bupati dan Wabup Malaka Turun Tangan Buka Kembali

Gedung SMPN-SMAN Wederok Tersegel 5 Bulan, Bupati dan Wabup Malaka turun tangan buka kembali

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
Bupati Malaka, Simon Nahak didampingi Wabup, Kim Taolin dan undangan lainnya saat disambut para siswi penari Likurai, Kamis (10/6/2021) 

Gedung SMPN-SMAN Wederok Tersegel 5 Bulan, Bupati dan Wabup Malaka turun tangan buka kembali

POS-KUPANG.COM I BETUN--Gedung SMPN dan SMAN Wederok, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka sekitar 5 bulan disegel pemilik lahan. Akibatnya sekitar satu semester kegiatan belajar mengajar (KBM) pada dua lembaga itu macet total.

Terhadap kondisi ini, Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH bersama Wakil Bupati, Kim Taolin, SoS langsung turun tangan penyelesaian.

Pola pendekatan budaya yang digunakan kedua pemimpin ini dengan pemilik lahan akhirnya KBM sudah dimulai kembali terhitung tanggal 10 Juni 2021.

Baca juga: INFO BMKG Jumat 11 Juni 2021: Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem 25 Wilayah Ini Diminta Waspada

Baca juga: BREAKING NEWS: Lakalantas di Jalan Ahmad Yani Waingapu, Satu Meninggal Dunia, Tiga Luka Ringan

Disaksikan Pos-Kupang, Kamis (10/6/2021), kehadiran Bupati Simon,  Wabup Kim Taolin di kedua lembaga ini didampingi  Sekda Donatus Bere juga Asisten Sekda, Plt. Kapolres Malaka, pejabat mewakili Dandim 1605 Belu-Malaka, Ketua TP PKK, Staf Ahli bupati,  juga pimpinan beberapa OPD.

Para guru dan siswa dari  kedua lembaga inipun melakukan pagar betis menyambut kehadiran tetamu dan menghantar dengan Tarian Likurai. Selanjutnya diterima dengan sapaan adat oleh para tetua adat setempat.

Plt. Kadis Dikbud Malaka, Yohanes Klau, S.IP,MM dalam sekapur sirihnya menyampaikan bahwa kedua lembaga ini dibuka tahun 2010. Cukup banyak siswa yang masuk di sekolah itu karena ada beberapa SD penyumbang calon siswa.

Baca juga: Bupati  Yohanis Dade Hadiri Sidang Pansus DPRD Sumba Barat Terhadap LKPJ Bupati

Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Rote Ndao NTT Dihukum 15 Tahun Penjara

Dalam perjalanan, jelas Yohanes, terjadi  miskomunikasi antara pemilik lahan dengan Pemda sehingga dampak lanjutannya gedung yang ada disegel. Praktis selama 5 bulan KBM tidak berjalan.

"Dari pendekatan budaya yang dilakukan akhirnya ditemukan jalan keluar sehingga pada saat ini melalui Pak bupati dan Pak Wakil kita buka kembali gedung sekolah yang sempat tersegel," katanya.

Dirinya menambahkan,  dengan dibukanya kembali KBM ini maka anak-anak di SMPN-SMAN Wederok bisa belajar dengan hati tenang. Pemda juga bisa melakukan pembenahan fasilitas pembelajaran dalam mendukung KBM.

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH dalam arahannya menyampaikan bahwa pendidikan itu adalah hak setiap orang dan tidak boleh dibatasi. Dirinya bersama wabup termasuk perangkat daerah lainnya akan mendukung penuh kemajuan dunia pendidikan di Malaka.

"Politik sudah selesai. Tidak boleh ada lagi sentimen tetapi mari kita buka sekolah ini. Kita sama-sama bekerja membangun pendidikan di Malaka. Dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea ke IV menggariskan soal mencerdaskan kehidupan bangsa dan tidak boleh ada yang menghalang," tegas Simon.

Semua warga, lanjut Simon, saling mendukung dalam membangun pendidikan agar kelak ada estafet kepemimpinan di daerah ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved