Breaking News:

Bupati Paul Limu Dorong Petani Hortikultura Perluas Lahan Tanam Lombok

Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus SK Limu mendorong petani  hortikultura di Desa Malinjak dan Desa Tanamodu untuk memperluas lahan tanam lombok

POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
TANAM LOMBOK -Bupati Sumba Tengah, Paulus S.K Limu menanam lombok besama kelompok tani di Desa Melinjak, Selasa (8/6/2021) 

POS-KUPANG.COM | WAIBAKUL -Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus SK Limu mendorong petani  hortikultura di Desa Malinjak dan Desa Tanamodu untuk memperluas lahan tanam lombok sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar saat terjadi gagal panen dan harga tinggi.

Hal ini dikemukakan Bupati ketika melakukan tanam lombok bersama Kelompok Tani Senja di Desa Malinjak, Kecamatan Katiku Tana Selatan dibawah pendampingan Panah Merah, Selasa (8/6/2021).

Dalam rilis yang dikirim Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Sumba Tengah, Jumat (11/6/2021), Bupati Paul Limu mengatakan, jika ingin mengetahui cara bercocok tanam modern serta memperoleh hasil melimpah, maka harus ikuti seluruh petunjuk yang diberikan oleh Panah Merah ini.

"Kalau Bapak dan Ibu ingin mengetahui dan menerapkan metode bercocok tanam yang baik dan benar serta modern agar dapat menikmati hasil yang melimpah, maka harus ikuti semua petunjuk dan arahan dari Panah Merah ini , karena mereka sudah terkenal di Indonesia," ujar Bupati Paul Limu.

Baca juga: Tinggal Pisah Dengan Isteri, Guru Ngaji Cabuli Lima Anak Muridnya Ngaku Khilaf Setelah Ketahuan

Baca juga: PGRI Nagekeo Minta Pelaku Dihukum Seumur Hidup Terkait Penikaman Kepsek SDI Ndora

Panah Merah akan memberikan dampingan secara terus menerus bagaimana cara mengembangkan pola pertanian modern. Salah satunya pola pengairan menggunakan sistem ilmu tetes seperti yang sudah diperagakan ditempat lain.

Bupati Paul Limu mengatakan, tahap awal akan dibangun sumur bor, bak penampung dan keran serta pompa.

"Kita coba tahap awal bangun sumur bor, bak penampung dan pompa disini yang terintegrasi menggunakan tenaga surya, sambil Panah Merah juga mencoba mengembangkan sistem pengairan irigasi tetes yang dirasa cocok mengingat disini ada danau katikutama yang debit airnya cukup melimpah," kata Bupati Paul Limu.

Bupati Paul Limu meminta kelompok tani untuk merancang sedemikian rupa, namun sederhana dan praktis disertai dengan anggaran yang dibutuhkan seperti yang telah dilakukan di tempat lain model atau cara penggunaan dan pengelolaan sistem irigasi tetes ini.

Baca juga: Usut Kasus Newmont di NTB, Diam-Diam Firli Bahuri Temui Tuan Guru Bajang, Sosok Ini Ungkap Fakta Itu

Baca juga: Tiga Pelaku Pencurian di Manggarai Barat Diringkus di Maumere

Lebih lanjut, Bupati Paul Limu menyampaikan kepada kelompok tani agar jangan berorientasi atau berfokus untuk tanam saja, tetapi harus berpikir pasca tanam hingga saat panen tiba.

"Saat ini lombok masih menjadi primadona dipasar, ini dikarenakan harga lombok sekarang semakin meningkat karena banyak diminati oleh konsumen. Oleh karena itu, petani harus peka untuk memanfaatkan momen ini agar bisa meraup keuntungan yang lebih melalui kerja keras yang ditunjukkan untuk terus giat mengembangkan usaha ini, "ujar Bupati Paul Limu

Halaman
123
Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved