Breaking News:

BMKG Stasiun Maritim Tenau Keluarkan Peringatan Dini, Ini Kondisi Perairan NTT Terkini

BMKG Stasiun Maritim Tenau mengeluarkan peringatan dini terhadap gelombang tinggi di beberapa perairan. Tinggi gelombang ini b

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Ferry Ndoen
 POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Moh Syaeful Hadi, Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda Sumba Timur, Elias L. Limahelu, Kepala Stasiun Geofisika Sumba Timur, Kustoro Hariyatmoko , Prakirawan, Yudhi Nugraha Septiadi memantau banjir Rob di Manubara, Kelurahan Kamalaputi, Kabupaten Sumba Timur, Jumat 28 Mei 2021. 

BMKG Stasiun Maritim Tenau Keluarkan Peringatan Dini

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/WAINGAPU -- BMKG Stasiun Maritim Tenau mengeluarkan peringatan dini terhadap gelombang tinggi di beberapa perairan. Tinggi gelombang ini berkisar 1.25 - 2.5 meter.

Kepala BMKG Stasiun Maritim Tenau, Moh. Syaeful Hadi,S.P menyampaikan hal ini Kamis 10 Juni 2021.
Menurut Syaeful, adanya pusat tekanan rendah 1009 hPa di Samudera Pasifik Utara Papua.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan 5-25 knot. 
"Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur -Tenggara dengan kecepatan yang sama yakni 5-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, Laut Natuna utara, Laut Banda bagian selatan dan Laut Arafuru," kata Syaeful.

Dijelaskan, untuk tinggi gelombang 1.25 -2.5 m berpeluang terjadi di Selat Sape bagian Selatan, Selat Sumba bagian Barat, Samudera Hindia Selatan Sumba - Sabu, Laut Sawu, Perairan Selatan Kupang -  Rote dan Samudera Hindia Selatan Kupang- Rote.

Foto Ilustrasi -- Simak peringatan dini gelombang tinggi dari BMMKG pada Jumat, 4 Juni 2021. Gelombangi di 10 perairan Samudra Hindia mencapai 4 meter.
Foto Ilustrasi -- Simak peringatan dini gelombang tinggi dari BMMKG pada Jumat, 4 Juni 2021. Gelombangi di 10 perairan Samudra Hindia mencapai 4 meter. (Dok Warga Pulau Messah, Jiliwus untuk POS-KUPANG.COM)

Syaeful mengatakan, untuk keselamatan pelayaran, perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m. Kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m.
Sedangkan kapal Ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m dan kapal berukuran besar seperti kargo/kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27  knot dan tinggi gelombang di atas 4.0  m.

Baca juga: Pengerjaan Jalan ke Air Terjun Tanggedu Sumba Timur Telan Dana Rp 5 Miliar

Baca juga: Info Sport : Ini Biodata Jose Wilkson Teixeira, Striker Baru Persebaya asal Brasil Liga 1 2021

"Kita imbau masyarakat yabg tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada," ujarnya. *)

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Moh Syaeful Hadi, Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda Sumba Timur, Elias L. Limahelu, Kepala Stasiun Geofisika Sumba Timur, Kustoro Hariyatmoko , Prakirawan, Yudhi Nugraha Septiadi memantau banjir Rob di Manubara, Kelurahan Kamalaputi, Kabupaten Sumba Timur, Jumat 28 Mei 2021.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Moh Syaeful Hadi, Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda Sumba Timur, Elias L. Limahelu, Kepala Stasiun Geofisika Sumba Timur, Kustoro Hariyatmoko , Prakirawan, Yudhi Nugraha Septiadi memantau banjir Rob di Manubara, Kelurahan Kamalaputi, Kabupaten Sumba Timur, Jumat 28 Mei 2021. ( POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved