Breaking News:

Saksi Merasa Tertekan, Kuasa Hukum Anton Ali : Hakim Hadirkan Penyidik Beri Keterangan 

persidangan wajib hadir untuk memberikan kesaksian terkait pernyataan yang diberikan oleh saksi.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
Suasana sidang di pengadilan Tipikor Kupang.  

Saksi Tertekan, Kuasa Hukum Anton Ali : Hakim Hadirkan Penyidik Beri Keterangan 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Kupang kembali menggelar sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan korupsi pengalihan asset tanah di Kerangan, Kelurahan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Kuasa Hukum Ali Antonius, Fransisco Bernardo Besi, usai persidangan mengatakan, oknum penyidik yang disebutkan namanya dalam persidangan wajib hadir untuk memberikan kesaksian terkait pernyataan yang diberikan oleh saksi.

"Keterangan ini semoga nanti sama dengan Zulkarnanen Djuje minggu depan. Supaya dia bisa menjelaskan hal yang sama, baru kita bisa mengambil kesimpulan," ujar Sisko kepada wartawan, Selasa 8 Juni 2021.

Baca juga: Langkah Kejati Menahan Anton Ali Dinilai Sebuah Kekeliruan Besar dalam Penegakan Hukum

Menurutnya, dalam persidangan yang digelar minggu lalu, seorang saksi atas nama Feri Adu sampai di pukul oleh seorang oknum penyidik. Sehingga oknum penyidik yang disebutkan namanya dalam persidangan tadi wajib datang dan memerikan kesaksian di persidangan.

"Oknum penyidik itu patut diduga bernama Roy Riadi. Menurut saya dia harus datang ke persidangan ini untuk menjelaskan apakah benar terjadi seperti itu," jelasnya.

Dia bahkan menegaskan bahwa, Berita Acara Persidangan (BAP) itu adalah abal-abal. Karena surat BAP ditanda tangani di dalam tahanan sel. Saksi di intimidasi lalu di suruh menandatangai tangai surat.

"Hal-hal ini yang harus kita lihat. Karena BAP itu merupakan kunci. Entah asli atau tidak, kita juga mau tahu. Tanda tangan ia. Tetapi isinya tidak. Dan semua keterangannya juga dia tidak tahu dan sangat berbeda dengan fakta yang ada," terangnya.

Baca juga: Anton Ali Bebas, Jaksa Siap Lakukan Perlawanan

Dia menguraikan, idealnya dalam sebuah Berita Acara Pemeriksaan, wajib diparaf setiap lembar. Bukan hanya ditanda tangani.

"Apalagi dia penyidik senior, BAP itu wajib di paraf lembar per lembar. Kecuali dia jaksa yang baru keluar pendidikan itu boleh. Tetapi jaksa yang berpengalaman tidak boleh. Dan ini terungkap di persidangan. Bukan kata saya," tegas Sisko Besi.

Katanya, intimidasi yang dilakukan untuk prnandatanganan BAP tidak harus dipukul dan mengekuarkan suara keras. "Dibawah tekanan saja sudah merupakan tindak intimidasi," tegasnya.

Dia menambahkan, untuk lebih jelas ketika Zulkarnaen Djuje dan oknum jaksa Roy Riadi datang memberikan keterangan dalam persidangan. Sehingga saksi-saksinya saling melengkapi.

"Sehingga biar kita clear semua. ini mungkin terlalu awal. Tetapi harapannya adalah Zulkarnaen Djuje harus memberikan keterangan," tandasnya. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved