Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka di Era Pandemi Butuh Dukungan Kolaborasi

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di era pendemi membutuhkan dukungan kolaborasi antara sekolah, siswa dan orang tua. Tiga unsur ini mesti memiliki

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
KEPALA SEKOLAH---Kepala SMPN 1 Atambua, Agustina Asa, S.Pd 

Kemudian, dalam instruksi Mendikbud juga disebutkan agar kantin sekolah ditutup dan praktek olahraga ditiadakan sebagai upaya menghindari kerumunan siswa. Selain itu, saat jam istirahat, siswa tetap berada dalam kelas, kecuali keluar ke toilet. 

Terhadap aturan semacam ini perlu dukungan orang tua supaya menyiapkan bekal bagi anak-anak ke sekolah. Sekolah juga akan mewajibkan anak-anak membawa bekal ke sekolah sehingga mereka tidak bergantung pada makanan di kantin. 
Dukungan lainnya, ketika anak sakit jangan dipaksa ke sekolah tetapi segera dibawa ke puskesmas untuk diperiksa.

Agustina mengungkapkan, pembelajaran tatap muka sebagaimana diinstruksikan Kemendikbud RI tidak terlalu mencemaskan bagi sekolah yang dipimpinnya karena sekolah ini sangat disiplin menerapkan protokol kesehatan selama pandemi covid-19. 

Mengenai vaksin, di sekolah ini juga tidak ada kendala karena guru dan pegawai termasuk security di SMPN 1 Atambua sudah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah guru di sekolah itu sebanyak 74 orang, tenaga kependidikan, pegawai termasuk security sebanyak 24 orang. Semuanya sudah di vaksin. 

"Guru dan tenaga kependidikan, pegawai dan security, semuanya sudah di vaksin dua minggu lalu untuk tahap pertama. Sedangkan tahap kedua kami menunggu", kata Agustina. 

Agustina mengharapkan kepada pemerintah agar pemberian vaksin tidak hanya guru tetapi juga orang tua sehingga virus corona tidak lagi dibawa dari luar ke lingkungan sekolah. 

"Harapan saya kalau kami guru sudah di vaksin, yah orang tua wajib di vaksin supaya virus ini tidak dibawa lagi dari luar", harapnya. 

Untuk diketahui, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah di Kabupaten Belu, Provinsi NTT mulai dilaksanakan lagi tahun ajaran 2021-2022 setelah satu tahun sebelumnya menerapkan pembelajaran daring akibat kasus COVID-19 meningkat. Penerapan PTM ini sebagai tindaklanjuti instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

Kepastian PTM ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Jonisius R. Mali saat ditemui wartawan di Atambua. Kata Joni, sekolah di Belu mulai melaksanakan PTM tahun ini dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan serta petunjuk teknis lainnya yang harus dilakukan sekolah. 

Secara umum, kata Joni, pelaksanaan vaksin bagi guru sudah mencapai 50 persen dan saat ini pemerintah terus melakukan vaksin bagi guru dengan harapan ketika tahun ajaran baru, realisasi vaksin bagi guru sudah meningkat dari saat ini. 

Berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, keadaan Minggu 6 Juni 2021 menunjukkan, realisasi vaksin dosis pertama bagi pelayanan publik termasuk guru sebanyak 7.613 orang atau 46,44 persen dari total sasaran 16.045 orang. Realisasi dosis kedua sebanyak 1.739 orang atau 10,83 persen. (jen). 

Agustina Asa, Kepala SMPN 1 Atambua
Agustina Asa, Kepala SMPN 1 Atambua (POS KUPANG/EDY BAU)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved