Breaking News:

Pandangi Jenazah Delfiana Kepala SDI Ndora, Icha : Saya Kehilangan Ibu

Pandangi jenazah Delfiana Azi Kepala SDI Ndora Nagekeo, Icha : saya kehilangan ibu

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Icha putri Delfiana Azi saat di RSUD Ende, Rabu (9/6/2021) 

Pandangi jenazah Delfiana Azi Kepala SDI Ndora Nagekeo, Icha : saya kehilangan ibu

POS-KUPANG.COM | ENDE - Icha tak kuasa menahan sedih saat memandangi jenazah ibunya, Delfiana Azi Kepala SDI Ndora, Nagekeo, di ruang pemulasaran jenazah RUSD Ende, Rabu 9 Juni 2021.

Putri bungsu pasangan Frans Say dan Delfiana Azi itu, berdiri menjauh ketika para petugas dan sanak keluarga memasukan jenazah Delfiana ke dalam peti.

Icha dan ayahnya Frans Say, setia menemani Delfiana mulai dari Puskesmas Nangaroro, Nagekeo hingga rujuk ke RSUD Ende.

Siswi kelas dua SMA ini sulit menerima ibunya meninggal dunia dengan cara yang tragis. Ibunya meninggal dunia akibat luka parah pada perut kanan pasca ditikam oleh DD orangtua murid SDI Ndora.

Baca juga: Kantor Bea Cukai Kupang Sosialisasi Materi Kepabeanan dan Cukai  bagi  Anggota Yonif 743/PSY

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Kamis 10 Juni 2021: Gemini Dapat Kejutan, Scorpio Lupakanlah masa Lalu

DD menikam Delfiana dengan sebilah pisau, lantaran kesal anaknya disuruh pulang karena belum melunasi uang sekolah. Kejadian berlangsung di SDI Ndora, Selasa 8 Juni 2021.

Setelah sempat mendapat perawatan intensif di Puskesmas Nangaroro, Nagekeo, Delfiana, malam tadi dirujuk ke RSUD Ende. Namun nyawa Delfiana tak tertolong.

Delfiana menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 03.50 Wita dini hari, Rabu 9 Juni 2021 di RSUD Ende.

"Saya kehilangan sosok ibu," ujar Icha saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di ruang pemulasaran jenazah RUSD Ende.

Baca juga: TRIBUN WIKI: Gulungan Ombak Menawan di Pantai Tarimbang Sumba Timur

Baca juga: Pramuka Harus Bentuk Generasi Muda Yang Punya Daya Tahan Kuat

Dia mengatakan, luka tikaman yang dialami ibunya, parah, karena mengenai usus dan paru - paru.

Sementara itu, Frans Say, merasa sangat terpukul atas kematian Delfiana.

Frans ingin agar DD, orangtua murid SDI Ndora pelaku penikaman terhadap Delfiana dihukum mati.

"Seperti istri saya. Istri saya jadi korban. Bukan saya yang eksekusi, pihak keamanan yang eksekusi dia. Harus mati sama dengan istri saya,” kata Frans kepadaPOS-KUPANG.COM, di ruang jenazah RUSD Ende.

Pantauan POS-KUPANG.COM, sekitar pukul 09.00 Wita, petugas ruang jenazah bersama keluarga bersiap - siap memberangkatkan jenazah ke Nagekeo. Isak tangis sanak keluarga menggema di ruang jenazah.

Jenazah Delfiana dibawa mengunakan menggunakan mobil ambulans ke kampung halamannya di Nagekeo, sekitar pukul 10.00 Wita. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved