Breaking News:

Plan Indonesia Kerjasama Pemkot Gelar Pelatihan Tangani Sampah Infeksius di Kota Kupang

pelatihan ini diselenggarakan demi mencegah terjadinya penumpukan sisa-sisa sampah infeksius di lingkunan masyarakat.

Penulis: Ray Rebon
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Penandatanganan kesepakatan bersama penanganan limbah infeksius Covid-19 di Kota Kupang oleh Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore yang disaksikan langsung oleh Program Area Manager Plan Indonesia, James Ballo, Senin 7 Juni 2021. 

Plan Indonesia Kerjasama Pemkot Kupang  Gelar Pelatihan Tangani Sampah Infeksius di Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Dalam rangka penanganan sampah infeksius di kota kupang, Yayasan Plan Internasional Indonesia (Plan Indonesia) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang menggelar Pelatihan Penanganan sampah Infeksius.

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan demi mencegah terjadinya penumpukan sisa-sisa sampah infeksius di lingkunan masyarakat.

Diketahui bahwa sampah infeksius seperti, masker cain, masker scuba, masker medis N95, sarung tangan, hazmat, faceshield hingga jas hujan pengganti hazmat.

Melalui rilis yang diterima Pos-Kupang.Com, Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di Cebeles Kupang, Senin 7 Juni 2021, yang dihadiri langsung oleh Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore dengan pesertanya yakni para Lurah, Camat dan Pihak Medis.

Baca juga: Pemkot Kupang Gelontorkan Rp 2,13 Miliar Untuk Bedah 64 Rumah Warga

Dalam kegiatan ini pun langsung ditandatangani MoU atau keswpakatan bersama oleh Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore disaksikan langsung oleh Program Area Manager Plan Indonesia, James Ballo beserta semua undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Sabaruddin selaku WISE Project Manager Plan Indonesia menyampaikan bahwa sampah infeksius menjadi salah satu momok tersendiri dilingkungan Kota Kupang, NTT.

Oleh sebab itu, melihat persoalan tersebut pihaknya bersama dengan pemerintah Kota Kupang dan jejaring AMPL Kota Kupang mengadakan kegiatan pelatihan penanganan sampah infeksius guna menyelesaikan sampah tersebut.

Menurut dia tingginya angka penderita Covid-19 dan minimnya tempat pembuangan sampah limbah medis bekas pasien Covid-19 dan semakin menggunung di dipelayanan kesehatan, maka sangat berbahaya karena selain mencemari lingkungan, sampah juga menjadi penyebaran penyakit dari phatogen yang menempel.

Baca juga: 413 Pejabat Eselon Tiga dan Eselon Empat LIngkup Pemkot Kupang Dilantik, Ini Daftar Nama Pejabat

Dia menyampaikan, Plan Indonesia melalui Project Wash SDGs for Covid-19 inclusive intervention (WISE) mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah kota sampai pada kader dimasyarakat untuk berperan langsung dalam penanganan sampah infeksius ini.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved