Breaking News:

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang: Syarat Utama KBM Tatap Muka Guru Harus Tervaksinasi

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang: syarat utama KBM tatap muka guru harus tervaksinasi

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang: Syarat Utama KBM Tatap Muka Guru Harus Tervaksinasi
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Dumuliahi Djami

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang: syarat utama KBM tatap muka guru harus tervaksinasi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Dumuliahi Djami menegaskan berdasarkan surat keputusan bersama empat menteri disebutkan syarat utama dalam pembukaan Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM) yang direncanakan bulan Juli 2021 mendatang, guru-guru harus tervaksinasi.

"Kita punya itu sudah 60 persen, itu ada yang vaksinasi pertama dan vaksinasi kedua sedangkan sisanya 40 persen itu sama sekali belum," katanya, Senin 7 Juni 2021 di ruang kerjanya.

Ia menyebutkan, sejauh ini pihak dinas pendidikan sedang mendata dan bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk melakukan vaksinasi terhadap guru-guru yang belum mendapat vaksin.

Baca juga: Menko Airlangga Optimis Ekonomi Tumbuh 7-8 Persen pada Kuartal II

Baca juga: Kabar EURO 2021, Daftar Skuad Austria di Euro 2021 dan Jadwal Lengkap Euro 2021

Kepala Dinas Dumuliahi juga mendorong para guru yang masuk dalam katergori bisa divaksin, untuk bisa melakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan terdekat, apalagi menurutnya tenaga pendidik saat ini menjadi prioritas untuk mendukung KBM tatap muka di bulan Juli mendatang.

Bagi guru yang tidak bisa divaksin, ia menegaskan tidak akan diberi kesempatan untuk mengajar dalam tatap muka dan hanya memiliki kesempatan untuk menggelar KBM secara daring.

Meski adanya keputusan bersama dari menteri, Dumuliahi mengaku hal tersebut diberlakukan bagi sekolah yang telah mempersiapkan penerapan protokol kesehatan, dengan syarat utamanya tenaga pendidik wajib vaksinasi.

Sekolah akan melapor kepada dinas pendidikan terkait kesiapan sekolah, selanjutnya dari dinas akan memberikan rekomendasi untuk diperbolehkan melakukan sekolah tatap muka. Laporan ini, kata dia, harus disampaikan dalam bulan Juni ini.

Baca juga: Fraksi Golkar, PDIP Dan PKB-PAN Soroti Penyelesaian Tapal Batas Sumba Barat-SBD & Sumba Tengah

Baca juga: Akhir Pekan Ini, Kampung Weor Kabupaten Mabar Nikmati Listrik

Kebijakan itu juga, diketahui tidak semua siswa akan masuk disekolah dalam satu waktu namun, akan dibagi dalam bentuk rombongan dan maskimal 50 persen. Pembagian ini akan diberlakukan bergantian untuk tiap rombongan siswa.

Sekolah negeri 10 persen, swasta 20 persen, sekolah negeri belum siap, kita harapkan sekolah negeri bisa menyusul.

"Prinsipnya tahun ajaran baru tahun 2021 untuk Kota Kupang tidak serta merta semuanya masuk. Kalau semua sudah siap boleh, tapi kalau maka yang sudah siap jalan yang belum siap menunggu," tandasnya.

Dia menambahkan, rencana ini juga akan terus dilakukan evaluasi dan jika temukan sekolah yang siswa atau gurunya terindikasi terpapar covid-19, dinas pendidikan akan menghentikan kegiatan belajar tatap muka disekolah tersebut dan kembali dilakukan belajar secara online.

Total guru, ungkapnya, tercatat sebanyak 2.338 guru sekolah dasar (SD), guru sekolah menengah pertama (SMP) 509 orang dan guru TK 722 orang.

Sementara itu, Sabtu 5 Juni 2021, untuk tenaga pendidik, menurut Kepala Dinas Retnowati, masih menunggu laporan dari dinas pendidikan. Data tersebut dimaksudkan agar dinas kesehatan dapat mengetahui sebaran sekolah dan guru yang belum mendapat vaksin.

Dia menyebut Dinas Kesehatan akan menyiapkan vaksin jika dari laporan dinas pendidikan diketahui masih ada sekolah dan tenaga pendidik yang belum melakukan vaksin. Langkah tersebut, menurutnya sebagai dukungan atas rencana dibukanya sekolah tatap muka.
(Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved