Breaking News:

Investasi Kemampuan Muktahir Militer AS Hadapi China dan Rusia, Biden Minta Biaya 715 M Dolar AS 

Investasi Kemampuan Muktahir Militer AS Haadapi China, Biden Minta Biaya 715 Miliar Dolar AS 

Editor: Hermina Pello
manado.tribunnews.com
Presiden China XI Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Investasi Kemampuan Muktahir Militer AS Hadapi China dan Rusia, Biden Minta Biaya 715 M Dolar AS  

POS-KUPANG.COM | WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mengajukan rincian anggaran pertahanan untuk tahun fiskal 2022. Anggaran mencapai US$ 715 miliar disisihkan khusus untuk Departemen Pertahanan (DOD).

Dilansir dari laman newsroom DOD alias Pentagon, pemerintahan Biden-Harris pada Jumat (28/5) mengajukan permintaan anggaran tersebut kepada Kongres, total sebesar US$ 752,9 miliar untuk kebutuhan pertahanan nasional.

Pentagon menjelaskan, tingginya anggaran pertahanan tersebut mencerminkan prioritas Presiden Biden untuk mengakhiri perang, berinvestasi dalam kemampuan mutakhir untuk keuntungan militer dan keamanan nasional kita di masa depan, dan merevitalisasi jaringan aliansi dan kemitraan Amerika yang tak tertandingi.

Dari total US$ 752,9 miliar untuk kebutuhan pertahanan nasional, sebanyak US$ 715 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk Pentagon. Jumlah tersebut menandai kenaikan 1,6% dari tahun sebelumnya yang hanya US$ 703,7 miliar.

Baca juga: Makin Panas, Rusia Vs Amerika Serikat & NATO, Moskow Bentuk 20 Unit Militer Baru, Mau Perang ?

Baca juga: AL Amerika Serikat Sita Ribuan Senjata Buatan Rusia dan China yang Dikirim dari Iran ke Houthi

Dalam laporan resminya, Pentagon bahkan dengan gamblang menyebutkan bahwa militer AS menghadapi tantangan substansial, yang berasal dari negara-negara seperti China dan Rusia.

Untuk Angkatan Laut dan Angkatan Udara, disiapkan pula investasi tambahan untuk mengatasi persaingan strategis dengan China. Sementara bagi Angkatan Darat, permintaan tersebut mencerminkan keputusan Biden untuk menarik semua pasukan AS dari Afghanistan sebelum awal tahun anggaran 2022.

Baca juga: Saling Tuduh, China Sebut Amerika Otak Perselisihan Beijing & Malaysia, Reaksi AS?

Baca juga: Ledakan Luar Biasa Covid-19 di Malaysia dan Singapura , Varian Baru Virus Corona Serang Banyak Anak

Pentagon mencatat, ini merupakan pertama kalinya sejak 11 September 2001, mereka memasukkan biaya perang langsung dan operasi jangka panjang ke dalam permintaan anggaran dasar, bukan sebagai permintaan Operasi Kontingensi Luar Negeri (OCO) yang terpisah.

Sebaran anggaran pertahanan AS

Lebih dari US$ 5 miliar akan dihabiskan untuk Pacific Deterrence Initiative, yang dibuat untuk melawan China dan berfokus pada persaingan di Indo-Pasifik dengan tujuan untuk meningkatkan kesiapan AS di kawasan melalui pendanaan radar, satelit, dan sistem rudal.

Secara khusus, Pentagon berencana untuk meningkatkan investasi dalam rudal seperti Tomahawk buatan Raytheon Technologies (RTX.N) dan Standard Missile 6 untuk mencegah China.

Baca juga: Dulu Ngotot Dukung Taiwan, Kini Amerika Stopkan Bantuan, Kenapa? Joe Biden Ungkap Alasan, Bikin Syok

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved