Breaking News:

Bete Malaka dalam Balutan K'nun RuaTraditional Style 

orang tua atau pada saat tertentu, kini banyak ditemui digunakan oleh semua kalangan baik kain tenun utuh maupun produk turunannya

Bete Malaka dalam Balutan K'nun RuaTraditional Style 
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Kain Tenun K'nun Rua dari Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka

Bete Malaka dalam Balutan K'nun RuaTraditional Style 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kekayaan budaya yang dimiliki Nusa Tenggara Timur (NTT)sudah tidak diragukan lagi, apalagi tenun ikatnya.

Kain tenun yang sebelumnya hanya dipakai oleh orang - orang tua atau pada saat tertentu, kini banyak ditemui digunakan oleh semua kalangan baik kain tenun utuh maupun produk turunannya.

Meski kaum millenial lebih banyak menggunakan produk modifikasi tenun, masih ada juga yang menyukai tampilan tradisional dengan memakai kain utuh sebagai simbol budaya, seperti kain tenun K'nun Rua yang digunakan Maria Vianelde Bau dalam pemotretannya.

Baca juga: Lakukan Kunjungan Kerja Ke Mapolda NTT, Kapolri Bersama Istri Dikalungkan Kain Tenun Khas NTT

Dia memakai kain tenun beserta selendang, lengkap dengan perhiasan kepala dan tempat sirih pinang yang biasanya digunakan masyarakat setempat.

Kain tenun K'nun Rua ini berasal dari Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka. Kata K'nun Rua sendiri berasal dari bahasa Tetun yang berarti dua sulaman. Ada juga kain tenun yang sulamannya cuma satu yakni K'nun.

Pada kain tenun K'nun Rua, motif sulamannya ada dua lapis sedangkan K'nun hanya satu lapis. Motif ini ditempatkan dikedua ujung kain sementara bagian tengah kain dibiarkan polos tanpa motif sehingga untuk mempercantik tampilannya, ditambahkan benang perak atau emas yang membuat kain tampak berkilau.

Salah satu penenun Kabupaten Malaka, Florentina Abuk Berek, mengatakan, untuk membuat K'nun Rua, dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk menghasilkan tenunan ini, mulai dari proses menggulung benang hingga selesai ditenun.

"Kalau tambah dengan benang perak seperti di kain ini berarti bisa satu bulan," katanya, Jumat, 4 Juni 2021.

Florentina mengatakan, lama waktu tersebut berlaku jika dia hanya fokus untuk menenun. Jika harus membagi waktu antara menenun dan pekerjaan lain, akan memakan waktu lebih lama.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi)

Penulis: Michaella Uzurasi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved