Senin, 13 April 2026

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo dan Pemkab Lembata Teken MoU

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo dan Pemkab Lembata teken MoU percepatan pembangunan pariwisata

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Pemerintah Kabupaten Lembata telah menyepakati kerjasama percepatan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan berdaya saing di Kabupaten Lembata. 

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo dan Pemkab Lembata teken MoU percepatan pembangunan pariwisata

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA- Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores ( BPOLBF) bersama Pemerintah Kabupaten Lembata telah menyepakati kerjasama percepatan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan berdaya saing di Kabupaten Lembata.

Kesepakatan ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding ( MoU) yang ditandatangani Direktur Utama BPOLF, Shana Fatina dan Bupati Lembata, Eliyaser Yentji Sunur di Hotel Palm, Lewoleba, Jumat, 04 Juni 2021 siang.

Penandatanganan ini didahului dengan diskusi lintas sektor dalam Forum Floratama Koordinasi dan Komunikasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Lembata untuk melanjutkan rencana aksi bersama seluruh pentahelix Lembata.

Baca juga: Perlawanan pada TNI Polri Tak Padam,Ternyata KKB Papua Gunakan Jalur di 2Negara untuk Dapat Senjata

Baca juga: Penyintas Masih Sangat Butuh Kehadiran PMI Lembata Khususnya Untuk Kebutuhan Air Bersih

Direktur Utama BPOLF, Shana Fatina mengatakan, diskusi dalam forum yang mengusung tema ; Komunikasi, Koordiasi dan Kolaborasi Pariwisata Ekonomi Kreatif 2021 ini turut memberikan poin penting usulan untuk Integrated Tourism Master Plan (ITMP).

"Forum ini juga dapat mengidentifikasi peluang dan situasi terkini atau isu dan kendala terkait kepariwisataan dan ekonomi kreatif dalam upaya percepatan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Lembata," kata Shana.

Dia menambahkan, penandatanganan MoU ini juga bertujuan mempertegas kesepakatan kerjasama yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Forum ini akan diikuti dengan tindak lanjut secara teknis seperti yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Nasib Petani Kopi tak Seharum Kopi Flores, Sekretaris MPIG Boni Romas Sebut Dua Penyebab Utama

Baca juga: Isteri Tolak Berhubungan Badan, Pria Ini Lampiaskan Nafsu ke Adik Ipar, Beruntung Korban Lolos

"Contohnya seperti tahun lalu kita melakukan kerjasama pelatihan kuliner untuk di Mingar. Kita ke depan juga akan melakukan pelatihan untuk menyiapkan hotel restoran atau bisa menyajikan kuliner yang kelasnya premium," katanya.

Tidak hanya itu, kerjasama ini juga menyasar pengembangan desa wisata agar dapat dikunjungi wisatawan. Desain besar kerjasama yang dilakukan di seluruh kabupaten di Pulau Flores, Lembata dan Alor ini bertujuan menawarkan lebih banyak alternatif daya tarik wisata bagi wisatawan yang berkunjung selain ke destinasi super premium Labuan Bajo.

Menurut Shana, Lembata memiliki keunikan wisata yang luar biasa. Tiga di antaranya yang memiliki segmen pasar tersendiri adalah gunung api Batutara, Desa Wisata Lamalera dan Travel Fishing and Diving.

"Tiga tema besar ini yang mana mereka mempunyai segmen pasar tersendiri. Jadi kita melakukan pemasaran yang segmented dengan pasar yang ditargetkan," ucapnya.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur berharap, kesepakatan kerjasama ini memberikan dampak positif terhadap geliat pariwisata di Kabupaten Lembata. Tidak hanya daya tari wisata yang unik, Lembata juga dapat menyuplai berbagai kebutuhan ekonomi untuk menunjang kebutuhan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium.

Beberapa produk dari Lembata, menurut Bupati Sunur dapat disuplai untuk pemenuhan kebutuhan di Labuan bajo seperti ikan, alpukat dan nanas.

"Kita kelompokan, ada economic tourist, sektor lain memberikan dukungan seperti agroculture, sayur, ikan dan lain-lain memberikan dukungan terhadap economic tourist tadi. Nah ini kita bangun keterhubungannya," kata Bupati Sunur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata, Apolonaris Mayang berharap, BPOLBF juga dapat membantu mengintervensi kekurangan-kekurangan yang ada di Kabupaten Lembata untuk kepentingan percepatan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Dia punya link di seluruh kementerian, sehingga kekurangan kita juga kita akan terus bangun komunikasi dan bersinergi. Hal baik yang kita hasilkan dari forum ini adalah kita sudah menghasilkan kelompok kerja (Pokja) dimana BPOLBF ini akan menjadi sekretariatnya dan melibatkan pentahelix," kata Apolonaris. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved