Breaking News:

17 Anak di Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata Terima Komuni Pertama

Upacara penerimaan komuni pertama ini dipimpin oleh Pastor Paroki Penfui, Romo Krispinus Saku Pr dalam suatu perayaan ekaristi

Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
POS-KUPANG.COM/AGUSTINUS SAPE
Romo Krispinus Saku Pr saat foto bersama anak-anak penerima komuni pertama di gereja Stasi Santo Fransiskus Xaverius Naimata Kupang, Minggu 6 Juni 2021. 

17 Anak di Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata Terima Komuni Pertama

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Sebanyak 17 anak di Stasi Santo Fransiskus Xaverius Naimata, Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui, Keuskupan Agung Kupang, Minggu 6 Juni 2021, telah menerima komuni pertama atau sambut baru.

Upacara penerimaan komuni pertama ini dipimpin oleh Pastor Paroki Penfui, Romo Krispinus Saku Pr dalam suatu perayaan ekaristi yang bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Komuni adalah salah satu dari tujuh sakramen yang diterima dan dihayati umat Katolik sebagai tanda kehadiran Allah di tengah mereka. Dalam komuni, umat Katolik menerima tubuh dan darah Kristus dalam rupa roti dan anggur yang sudah konsekrir oleh imam. Secara tidak kelihatan roti dan anggur yang diterima umat benar-benar merupakan tubuh dan darah Kristus.

Sebelum menerima komuni pertama, anak-anak ini mengikuti pembinaan sebagai persiapan untuk menyambut tubuh dan darah Kristus. Mereka didampingi sejumlah guru agama/katekis yang mengajarkan mereka doa-doa Katolik, menjelaskan sakramen-sakramen gereja dan pengenalan Yesus Kristus sebagai sahabat yang akan tinggal dalam hati mereka ketika mereka makan tubuh dan darah-Nya. Orangtua anak-anak di rumah pun turut mendukung persiapan mereka.

Bahkan sebelum menerima komuni tersebut anak-anak dan orangtua/wali harus menyucikan diri dengan memohon ampun atas dosa-dosa dan kesalahan mereka melalui sakramen pengakuan sehingga mereka layak menyambut tubuh dan darah Kristus yang kudus dan mulia.

Dalam upacara penerimaan komuni tadi, anak-anak tampak mengenakan kostum serba putih, didampingi ayah dan ibu atau wali mereka. Satu persatu mereka maju menghadap imam, Romo Krispinus Saku, untuk menyambut tubuh dan darah Kristus. Upacara itu berlangsung dengan khidmat dan penuh hormat.

Dalam kotbahnya, Romo Krispinus mengingatkan anak-anak bahwa dengan menerima tubuh darah Kristus, kini Kristus tinggal dalam diri mereka. Bahkan mereka diharapkan menjadi Kristus yang lain (alter Christus) yang akan terus memancarkan dan membagikan kebaikan Kristus kepada orang-orang lain.

“Misi atau perutusan kita adalah berbagi dengan yang lain seperti Kristus sendiri berbagi dengan yang lain. Karena Yesus selalu berbagi, maka ke mana saja Yesus pergi orang selalu berbondong-bondong mengikutinya. Yesus mempunyai jiwa yang simpatik,” kata Romo Krispinus.

Romo Krispinus mengimbau anak-anak agar setelah komuni pertama ini anak-anak semakin rajin mengikuti misa untuk menyambut tubuh dan darah Kristus. Tidak hanya pada hari Minggu atau hari raya, Romo Krispinus pun mengharapkan anak-anak mengikuti misa harian.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved