Breaking News:

Presiden Jokowi Diminta DPR Tolak Proposal Alpalhankam Senilai Rp 1,7 Kuadriliun

Anggaran senilai Rp 1,7 Kuadriliun untuk pemenuhan kebutuhan Alpalhankam di saat masyarakat sedang dilanda pandemi Covid-19 tentu terasa fantastis.

Editor: John Taena
national interest
Jet tempur F-15. Pesawat yang dilirik untuk TNI AU. 

POS-KUPANG, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta menolak Proposal Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) senilai Rp 1,7 Kuadriliun. 

Anggaran senilai Rp 1,7 Kuadriliun untuk pemenuhan kebutuhan Alpalhankam di saat masyarakat sedang dilanda pandemi Covid-19 tentu terasa fantastis.

"Oleh karena itu Presiden harus tolak tanda tangani perpres pengadaan Alpalhankam tersebut," ujar anggota DPR RI Fraksi PAN Prof. Zainuddin Maliki, menanggapi bocornya pengajuan rancangan Peraturan Presiden tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Tahun 2020-2024 dari Kementerian Pertahanan, Jumat 4 Juni 2021.

Baca juga: Jokowi Perintahkan Pengadaan Alutsista Harus Punya Spek Penanggulangan Bencana

Dalam rancangan perpres itu tertulis angka yang cukup fantastik untuk membeli alutsista sebesar USD 124.995.000.000, yang jika dikonversikan menjadi sekitar Rp 1.788.228.482.251.470 (Rp 1,7 kuadriliun).

Jika angka Rp 1,7 kuadriliun akan ditutup dengan skema pinjaman, perlu dicatat hutang negara per April 2021 sudah mencapai Rp 6.527,29 triliun.

Dengan jumlah tersebut, Zainuddin mengungkap maka rasio hutang pemerintah mencapai 41,18 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Artinya rasio hutang terhadap PDB meningkat dibandingkan awal tahun ini di angka 38,68 persen.

"Oleh karena itu anggaran fantastik alpalhankam itu perlu ditinjau ulang," ungkap anggota Badan Legislasi DPR RI itu.

Menurutnya, pengajuan rencana kebutuhan dengan anggaran fantastis tersebut sulit dimengerti.

Pertama, anggaran alpalhankam itu manfaatnya tidak langsung bisa dirasakan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved