Breaking News:

66 Calon Jamaah Haji di Kabupaten Mabar Batal Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sebanyak 66 calon jamaah haji di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) batal diberangkatkan ke tanah suci ( Arab Saudi)

Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
66 Calon Jamaah Haji di Kabupaten Mabar Batal Diberangkatkan ke Tanah Suci
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Kepala Kantor Agama Kabupaten Mabar, Drs Nikolaus Nuka

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Sebanyak 66 calon jamaah haji di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) batal diberangkatkan ke tanah suci ( Arab Saudi) untuk menunaikan Ibadah Haji, Jumat 4 Juni 2021.

Hal tersebut menyusul Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Agama Kabupaten Mabar, Drs Nikolaus Nuka.

Puluhan calon jamaah ini merupakan calon jamaah haji pada tahun 2020 lalu.

Baca juga: Kepala LLDIKTI XV Kupang-NTT  Bersama Para Profesor  Kunjungi Universitas Nusa Nipa Indonesia

Baca juga: KKB Pimpinan Lekagak Telenggen Bakar Fasilitas Bandara Aminggaru Papua

"Tahun lalu ada 66 yang tertunda, tahun ini tidak ada (calon jamaah haji) karena tahun lalu belum diberangkatkan karena kuota tidak keluar," katanya.

Diakuinya, pembatalan pemberangkatan calon jamaah haji 2 tahun terakhir demi kesehatan dan keselamatan dalam masa pandemi Covid-19 saat ini.

"Karena pandemi Covid-19 secara global belum berakhir, maka pemerintah bersama DPR untuk membatalkan pemberangkatan tahun ini dengan dasar demi kesehatan dan keselamatan rakyat. Menteri menindaklanjuti dengan mengeluarkan keputusan menteri agama KMA Nomor 660 tentang Pemberangkatan Jamaah Haji itu," tegasnya.

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Minta Gubernur NTT Selesaikan Persoalan Bupati Alor

Baca juga: Kanis Soge: Semoga RDPU Bisa Hasilkan Rekomendasi Untuk Kepentingan Rakyat

Pihaknya pun dalam waktu dekat ini akan memanggil para calon jamaah haji di kabupaten itu untuk sosialisasi kebijakan pemerintah.

"Kami akan panggil dan melakukan sosialisasi kepada calon jamaah haji yang kena dampak pembatalan ini, karena kesehatan, keamanan dan keselamatan menjadi hal utama," katanya.

Ia berharap, para calon jamaah haji dapat menerima kebijakan tersebut, sebab kebijakan tersebut juga demi kesehatan dan keselamatan para calon jamaah haji.

"Kepada masyarakat muslim yang sudah masuk dalam kuota, lalu karena alasan yang mendasar yakni masih ada Covid-19, sehingga tidak diberangkatkan dengan alasan keamanan, kesehatan dan keselamatan. Oleh karena itu saya mohon kepada para calon jamaah haji untuk mari kita lihat secara jernih, akal sehat Sehingga semuanya tidak terpengaruh dengan kerukunan antar umat beragama dan mungkin ini merupakan takdir dan aturan dari Tuhan yang Mahakuasa, sehingga ini menjadi cobaan manusia dan sejauh mana masyarakat menerima ini dengan lapang dada dan penuh iman," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved