Breaking News:

Program Sanitasi Perdesaan di Kabupaten Kupang "Menyasar" di 10 Desa

Program Sandes di Kabupaten Kupang "Menyasar" di 10 Desa Kabupaten Kupang pada tahun anggaran 2021 ini mendapat program Sanitasi Perdesaan Padat Karya

Editor: Ferry Ndoen
Dok. Humas Pemkab Kupang.
Bupati Kupang, Korinus Masneno  berfoto bersama usai membuka kegiatan Focus Group Discussion I (FGD)  Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya (Sandes) Kabupaten  Kupang, Kamis (3/6/2021).   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong

POS-KUPANG.COM I KUPANG---Kabupaten Kupang pada tahun anggaran 2021 ini mendapat program Sanitasi Perdesaan Padat Karya (Sandes). Program ini "menyasar" di 10 desa sebagai pilot project.

Program Sandes ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bersifat produktif berdasarkan pemanfaatan SDA, tenaga kerja dan teknologi lokal. Diharapkan dengan adanya ini dapat  mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan pendapatan masyarakat dan menurunkan angka stunting.

Bupati Kupang, Korinus Masneno saat membuka kegiatan Focus Group Discussion I (FGD)  Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya (Sandes) Kabupaten  Kupang, Kamis (3/6/2021) menegaskan beberapa pokok pikirannya.

Menurut Korinus, Sanitasi sebagai salah satu aspek pembangunan berfungsi menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat karena berkaitan dengan kesehatan, pola hidup, kondisi lingkungan permukiman serta kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Sanitasi yang baik dan layak adalah terpenuhinya kebutuhan masyarakat alan air bersih, tidak adanya pencemaran air limbah rumah tangga terhadap air tanah dan lingkungan tempat tinggal serta timbunan sampah.

Korinus juga  menjelaskan bahwa Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Salah satunya Kementrian PUPR, Dirjen Cipta Karya, Direktorat Sanitasi, melalui BPPW NTT melakukan intervensi penurunan angka stunting dalam peningkatan kepemilikan akses sanitasi dasar yang layak dan aman bagi masyarakat melalui progran Sandes.

Tahun 2021 ini, Program Sandes pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Kupang pada 10 desa sasaran yaitu desa Tunfeu, Oben, Tasikona, Oepaha, Oenif, Soba, Nekbaun, Merbaun, Kotabes, dan Oenoni II dengan target jumlah unit jamban dan tanki septik sebanyak 302 unit.

Bupati Kupang berharap dengan adanya kegiatan FGD I dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap tata cara dan tata laksana penyelenggaraan program Sandes melalui ide pikiran yang dapat berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, jika dilakukan dengan cara yang baik maka hasil akhirnya akan menjadi baik bagi masyarakat yang menikmati. Siapapun yang mau membangun Kabupaten  Kupang, janganlah menjadi bagian dari masalah tapi haruslah menjadi bagian dari solusi.

Baca juga: Di Kota Bandung, Bos Sulaiman Terlilit Utang Rp 460 Juta Tewas Dibunuh Tetangga, Begini Kronologi

Baca juga: Perempuan Muda Pamit Suami Beli Susu Anak, Namun Dikencani di rumah Kosong, Dibakar dan Dimutilasi

Atas nama pemerintah dan warga Kabupaten Kupang,  Korinus mengucapkan terima kasih kepada Kementrian PUPR, Dirjen Cipta Karya, Direktorat Sanitasi yang telah memfasilitasi dan mengakomodir kegiatan FGD I ini.

Turut hadir Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah NTT (BPPW) yang mewakili Doddy Pradityo H. Soetopo , Sekda Obet Laha, Asisten I Krispinianus Patmawan, Kasat Kerja Pelaksana Prasarana Pemukiman Wilayah II, Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT , Kepala RSKK Benidiktus Selan, Tokoh Agama, Fasilitator dan peserta FGD.(*)

Bupati Kupang, Korinus Masneno  berfoto bersama usai membuka kegiatan Focus Group Discussion I (FGD)  Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya (Sandes) Kabupaten  Kupang, Kamis (3/6/2021).

 
Bupati Kupang, Korinus Masneno  berfoto bersama usai membuka kegiatan Focus Group Discussion I (FGD)  Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya (Sandes) Kabupaten  Kupang, Kamis (3/6/2021).   (Dok. Humas Pemkab Kupang.)

 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved