Breaking News:

Gubernur Viktor Laiskodat Bersama Forkopimda NTT Ikuti Peringatan Hari Lahir Pancasila 

Globalisasi dan interaksi antar belahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Forkopimda NTT saat mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila dari Kantor Gubernur NTT, Selasa 1 Juni 2021. 

Gubernur Viktor Laiskodat Bersama Forkopimda NTT Ikuti Peringatan Harlah Pancasila 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Ketua DPRD NTT Ir Emelia Julia Nomleni dan Forkopimda NTT mengikuti upacara peringatan hari lahir (Harlah) Pancasila dari Kantor Gubernur NTT, Selasa 1 Juni 2021.

Hadir dalam kesempatan itu, Kapolda NTT Irjen. Pol. Lotharia Latif, Perwakilan Danlantamal VII Kupang, Perwakilan Danlanud El Tari Kupang, Perwakilan Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Perwakilan Kejati NTT. 

Hadir pula mendampingi Gubernur Viktor Laiskodat, yakni Sekda NTT, Benediktus Polo Maing, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik NTT Yohanes Oktavianus, dan Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Politik Imanuel Blegur.

Baca juga: Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat Resmikan Graha PPNI NTT 

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Ketua DPRD NTT Ir Emelia Julia Nomleni serta para pejabat Pemprov NTT tampak mengenakan pakaian adat dalam upacara kenegaraan itu.

Dalam Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang diikuti seluruh kepala daerah se Indonesia itu, Presiden RI Joko Widodo bertindak sebagai Inspektur upacara.

Sementara itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, membacakan teks Pancasila dan Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan teks Undang-Undang Dasar tahun 1945..

Presiden Indonesia Joko Widodo dalam arahannya meminta semua elemen harus tetap mempersatukan pandangan bernegara untuk mewujudkan Indonesia Maju sebagai cita-cita bersama. 

Baca juga: Resmikan Graha PPNI NTT, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat Disambut Natoni dan Tari Nina Noi 

"Peringatan lahirnya Pancasila setiap 1 Juni ini harus benar-benar kita manfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila sebagai gambaran kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara," kata Jokowi.

"Walaupun Pancasila telah menyatu dengan kita sepanjang negara ini berdiri namun tantangan yang dihadapi tidaklah semakin ringan. Globalisasi dan interaksi antar belahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan. Maka yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas kompetisi termasuk rivalitas antar pandangan, rivalitas nilai-nilai dan rivalitas antar ideologi. Pandangan ideologi Pancasila kita harus satu arah dan satu tujuan demi kelangsungan kesejahteraan bangsa," tambahnya.

Ia menambahkan, sumbangan Iptek juga mempengaruhi konsentrasi ideologi. 

Baca juga: Suasana Saat Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Kunjungan Kerja di Manggarai

"Revolusi-revolusi teknologi dalam memudahkan dialog dan interaksi serta organisasi dalam lintas negara saat ini ketik konektivitas 5G melanda dunia maka interaksi dunia semakin berkembang maka bisa digunakan oleh pihak radikal untuk merambah ke seluruh kalangan tanpa mengenal lokasi dan waktu," papar beliau.

Lebih lanjut Presiden mengatakan, menghadapi semua ini maka perluasan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara biasa.

"Diperlukan cara-cara baru yang luar biasa dari memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0 dengan dalam amanah Pancasila harus menjadi pondasi dalam mengembangkan iptek yang berkeindonesiaan," tambahnya.

"Oleh sebab itu saya mengajak seluruh aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik dan generasi muda Indonesia juga seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved