Breaking News:

Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara Kota Kupang Akan Polisikan Ketua DPRD Kota Kupang

Yeskiel Loudoe pada tanggal 27 Mei 2021 lalu yang pada akhirnya membuat ketenangan dan ketentraman di 'kota kasih' menjadi terusik.

Penulis: Ray Rebon
Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara Kota Kupang 

Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara Kota Kupang Akan Polisikan Ketua DPRD Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG--Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe akan dilaporkan ke Polda NTT oleh Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara Kota Kupang atas dugaan pernyataannya mengandung SARA.

Diketahui Mahasiswa Pemuda Anti SARA  Kota Kupang ini tergabung dalam organisasi lokal maupun Nasional yaitu, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), PMKRI Cabang Kupang, ITAKANRAI, PERMASNA, PERMAI, HM3T, IMMALA.

Gabungan alinasi pemuda ini mendatangi Mapolda NTT guna melaporkan dugaan kasus ujaran kebencian yang disampaikan  oleh Ketua DPRD Kota kupang, Yeskiel Loudoe pada tanggal 27 Mei 2021 lalu yang pada akhirnya membuat ketenangan dan ketentraman di 'kota kasih' menjadi terusik.

Baca juga: Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe Imbau Pemerintah Awasi Titik Keramaian

Hal ini menjadi perhatian dari berbagai elemen masyarakat baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat awam. 

Ketua DPD I PDIP NTT Ir. Emelia Julia Nomleni usai pertemuan bersama Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang di Istana Keuskupan Agung Kupang, Senin, 31 Mei 2021.
Ketua DPD I PDIP NTT Ir. Emelia Julia Nomleni usai pertemuan bersama Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang di Istana Keuskupan Agung Kupang, Senin, 31 Mei 2021. (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)

Dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Selasa 01 Juni 2021 malam, Aliansi tersebut menyikapi kabar yang berkembang sejauh ini merasa pernyataan tersebut akan berpotensi menimbulkan perpecahan /konflik horizontal di masyarakat.  

Baca juga: Yeskiel Loudoe Minta Maaf, Terkait Beredarnya Rekaman Berbau SARA

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kupang, Ikhwan Syahar yang mewakili Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara mengatakan, hari ini mereka mendatangi Mapolda NTT guna melaporkan dugaan terkait video ujaran kebencian yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Kupang.

"Kami merasa bahwa dengan persatuan atas dasar  pancasila perlu kita jaga, jangan sampai pernyataan yang disampaikan Ketua DPRD Kota Kupang ini menyebabkan konflik antara masyarakat yang hari ini berada di NTT," Tegas Ikhwan 

Dia menyampaikan bahwa, persoalan Laporan mereka hari ini belum diterima, akan tetapi sudah ada kesepakatan bahwa secara tulisan belum diterima tetapi secara lisan diterima oleh pihak Polda NTT.

"Namun perjuangan akan terus kami lakukan  dan besok kami akan datang kembali untuk menindaklanjuti untuk meminta kepastian dari Polda NTT," tegas dia.

Baca juga: 21 Anggota DPRD Kota Ungkap 7 Pernyataan Mosi Tidak Percaya, Yeskiel Loudoe  : Hal Biasa

"Kami merasa sangat kecewa karena sebenarnya Polda NTT sebagai institusi yang bisa dan mampu menerima laporan kami sebagai Aliansi.  Kenapa Polda NTT tidak kemudian menyediakan orang-orang yang mampu menangani persoalan ini," tambah dia

Selain itu, Ketua PMKRI Cabang Kupang, Alfred Saunoah merasa sangat kecewa dengan respon dari pihak Polda Nusa Tenggara Timur akibat dari tidak diterimanya laporan Aliansi dengan alasan yang bagi dirinya tidak masuk akal.

"Informasi bahwa Tim Cyber tidak berada ditempat sehingga tidak dapat diproses dan dikeluarkannya laporan polisi," ujar dia

Baca juga: Yeskiel Loudoe Buka Sidang III DPRD Kota Kupang Minta Pimpinan OPD tak Boleh Cuti

"Kita sangat serius dengan laporan ini agar tidak terjadi lagi dan tidak ada oknum lainnya yang mengeluarkan pernyataan seperti ini lagi terkait dengan tidak diterimanya laporan ini. Kami berharap Polda Nusa Tenggara Timur menyediakan personil yang banyak di Tim Cyber sehingga presisi yang digaungkan oleh Kapolri hari ini dapat dijalankan sebaik mungkin oleh pihak Polda Nusa Tenggara Timur," Sambungnya.

Lanjut Alfred, Aktivis yang tergabung dari Aliansi ini akan kembali mendatangi Polda NTT pada  02 Juni 2021 untuk menghantar laporan ini dengan masa aksi yang lebih banyak sebagai bentuk pengawalan dan juga harapan agar Polda Nusa Tenggara Timur mengusut tuntas isu sara yang beredar di masyarakat Kota Kupang.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved