Breaking News:

OJK NTT: Penyaluran Kredit NTT Hingga April 2021 Tumbuh 1,93 Persen

Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) NTT mencatat realisasi pertumbuhan Kredit Perbankan di NTT melampaui nasional

POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Robert HP Sianipar selaku Kepala OJK NTT yang ditemui POS-KUPANG.COM di Kantor OJK NTT, Selasa (27/10/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) NTT mencatat realisasi pertumbuhan Kredit Perbankan di NTT melampaui nasional.

Berdasarkan data kinerja posisi 30 April 2021 dibandingkan 31 Desember 2020 (year to date), kredit yang diberikan oleh perbankan di NTT tumbuh 1,93 persen dibandingkan kredit yang diberikan oleh perbankan secara nasional yang mana hanya tumbuh 0,29 persen.

Kepala OJK NTT, Robert HP Sianipar menyebut, pertumbuhan aset perbankan di NTT juga meningkat 3,39 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan aset perbankan nasional yang tercatat hanya tumbuh sebesar 0,49 persen. Selain itu, fungsi intermediasi perbankan (baik penghimpunan dana maupun penyaluran dana) juga mencatatkan kinerja yang positif. Penghimpunan dana pihak ketiga perbankan di NTT mampu tumbuh 4,72 persen melampaui pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan nasional yang tercatat tumbuh 2,00 persen.

Baca juga: Pantau Pasar di Kota Ruteng, Begini Kata Wabup Heri

Baca juga: Bupati Sumba Timur Minta Hidupkan Nilai Pancasila di Dunia Pendidikan

"Kinerja penyaluran dana yang positif didukung oleh perkembangan positif di tiga sektor utama yaitu pertanian, perdagangan, dan konstruksi," kata Robert kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (1/6).

Peningkatan eksposur pembiayaan ke sektor pertanian, katanya, sejalan dengan mulai tingginya curah hujan dan tidak adanya keterlambatan musim tanam selama periode Oktober 2020 sampai dengan Maret 2021. Selain itu, konsumsi rumah tangga mulai menunjukkan perbaikan dan sektor konstruksi juga mulai menggeliat sejalan dengan berlanjutnya pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah NTT.

Sebelumnya dalam siaran pers OJK pada 30 Mei 2021 lalu, OJK menilai sektor jasa keuangan hingga data April 2021 masih solid dengan indikator permodalan dan likuiditas yang tersedia serta risiko kredit yang terjaga.

Baca juga: Buser Polres Sikka Ringkus 2 Pelaku Pengeroyokan Guide

Baca juga: Wabup Matim Tinjau Lokasi Bakal Dibangun Bandara di Tanjung Bandera Yang Diserahkan Suku Motu

Pertumbuhan kredit hingga April masih terkontraksi sebesar 2,28 persen (yoy). Namun, kredit konsumsi mulai tumbuh positif 0,31 persen (yoy) sejalan dengan meningkatnya proporsi pengeluaran konsumsi terutama didorong oleh KPR sebagai hasil dari kebijakan stimulus Pemerintah, OJK dan BI dalam penyaluran KPR.

Kredit sektor pariwisata juga tercatat tumbuh sebesar 5,99 persen ditopang kenaikan kredit pada restoran/rumah makan 10,53 persen/mtm dan angkatan laut domestik 1,24 persen/yoy.

Secara ytd pertumbuhan kredit masih positif, terutama didorong oleh penyaluran kredit dari bank BUMN dan BPD. Kredit UMKM juga mulai menunjukkan perbaikan. Dari tren ini, pertumbuhan kredit Q1/2021 lebih baik dari 2020, sehingga masih terdapat ruang untuk pertumbuhan.

Ruang pertumbuhan kredit juga didukung dengan suku bunga kredit yang terus turun. Hingga April suku bunga kredit modal kerja turun menjadi 9,08 persen, bunga kredit konsumsi menjadi 10,87 persen dan suku bunga kredit investasi di posisi 8,68 persen.

OJK menyatakan bahwa suku bunga bukan satu-satunya faktor penentu tumbuhnya kredit perbankan, karena pertumbuhan kredit sangat ditentukan oleh permintaan masyarakat.

Permintaan atas kredit/pembiayaan akan kembali tinggi apabila terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang mematuhi protokol kesehatan. Hal tersebut didukung upaya vaksinasi yang semakin meluas untuk meningkatkan imunitas dan kesehatan masyarakat yang terjaga baik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved