Kajari TTU Kembalikan 6 Sertifikat Hak Milik Warga Desa Birunatun yang Ditahan Kades Selama 27 Tahun

Kajari TTU kembalikan 6 sertifikat hak milik warga Desa Birunatun yang ditahan Kades selama 27 tahun

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Kanis Jehola
Kajari TTU Kembalikan 6 Sertifikat Hak Milik Warga Desa Birunatun yang Ditahan Kades Selama 27 Tahun
POS-KUPANG.COM/Dokumentasi Kejari TTU
Kajari TTU, Robert Jimmi Lambila, S. H., M. H, saat mengembalikan 6 SHM warga desa Birunatun, Selasa, 25/05 2021.

Kajari TTU kembalikan 6 sertifikat hak milik warga Desa Birunatun yang ditahan Kades selama 27 tahun

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU- Pihak Kejari TTU mengembalikan 6 Sertifikat Hak Milik (SHM) warga Desa Birunatun kepada ahli waris maupun pemilik sertifikat yang dimaksud.

Sertifikat Hak Milik tersebut, ditemukan Tim Penyidik Kejari TTU saat melakukan penggeledahan di rumah milik tersangka Perkara Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Anggaran Desa Birunatun, Kecamatan Biboki Foetleu, Kabupaten TTU Provinsi NTT, Martinus Tobu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara Nomor : PRINT- 209 /N.3.12/Fd.1/05/2021 tanggal 10 Mei 2021.

Kajari Timor Tengah Utara, Robert Jimi Lambila, S. H., M. H, saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Selasa, 01/06/2021 menjelaskan, dari hasil penggeledahaan ditemukan adanya 6 (enam) Sertifikat Hak Milik (SHM) milik warga Desa Birunatun yang sejak tahun 1994 setelah diterbitkan melalui Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) disimpan oleh Kepala desa di rumahnya dan tidak diserahkan kepada para pemilik sertifikat.

Baca juga: Aston Kupang Raih Penghargaan Hotel Terbaik dari TripAdvisor

Baca juga: Indahnya Air Terjun Hono di Kabupaten Kupang, Ini Pesan Camat Amabi Oefeto Timur

"Artinya selama 27 tahun sertifikat itu ada di tangan tersangka dan tidak dikembalikan kepada pemiliknya," ujar Robert.

Bahwa 6 (enam) Sertifikat Hak Milik (SHM) milik warga Desa Birunatun yang ditemukan pada saat penggeledahaan, tutur Robert, yakni; Sertifikat Hak Milik Nomor 24.03.05.06.1.00030 tanggal 9 Juni 1994 seluas 1160m2 atas nama Stanislaus Lau, Sertifikat Hak Milik Nomor 24.03.05.06.1.00025 tanggal 9 Juni 1994 seluas 1240m2 atas nama Egidius Bouk, Sertifikat Hak Milik Nomor 24.03.05.06.1.00020 tanggal 9 Juni 1994 seluas 1430m2 atas nama Petrus Kehi, Sertifikat Hak Milik Nomor : 24.03.05.06.1.00012 tanggal 9 Juni 1994 seluas 795m2 atas nama Hendrikus Taek, Sertifikat Hak Milik Nomor 24.03.05.06.1.00016 tanggal 9 Juni 1994 seluas 1290m2 atas nama Pius Meak", Sertifikat Hak Milik Nomor 24.03.05.06.1.00028 tanggal 9 Juni 1994 seluas 1360m2 atas nama Yosep Fahik.

Baca juga: OJK NTT: Penyaluran Kredit NTT Hingga April 2021 Tumbuh 1,93 Persen

Baca juga: Pantau Pasar di Kota Ruteng, Begini Kata Wabup Heri

Ia menambahkan, dengan ditemukannya 6 (enam) Sertifikat Hak Milik (SHM) milik warga Desa Birunatun yang tidak diserahkan oleh Kepala Desa sejak tahun 1994 tersebut, maka dirinya mengambil langkah dengan mengundang para pemilik sertifikat agar dilakukan penyerahan kembali kepada masing-masing pemilik sertifikat.

Oleh karena itu, lanjut Robert, pada hari Selasa, 25/05 2021 pukul 15.30 Wita bertempat di Aula kantor Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, selaku Kepala Kejaksaan Negeri TTU dengan didampingi oleh Tim Penyidik, telah melakukan penyerahan kembali 6 (enam) Sertifikat Hak Milik yang diterima langsung oleh;Yovita Bete (ahli waris/anak kandung Pius Meak), Kondradus Suverdi Bouk (ahli waris / anak kandung Marianus Tack), Oktaviana Fahik (ahli waris / anak kandung Yoseph Faik), Stanislaus Lau, Theodorus Lau (ahli waris / anak kandung Hendrikus Taek), Anastasia Abuk (ahli waris/istri Petrus Kehi), dan Egidius Bouk. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved