Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, 31 Mei 2021: Hatiku Bersukaria Sebab Ia Memperhatikan Kerendahan Hamba-Nya

Ada kawan yang gunakan teman selama dalam Kesukaan. Saat kesukaran, berubah jadi lawan

Dok Pribadi
RD Ambros Ladjar 

Renungan Harian Katolik, Senin 31 Mei 2021, Pesta St. Maria mengunjungi Elisabet:
Hatiku Bersukaria Sebab Ia Memperhatikan Kerendahan Hamba-Nya (Lk 1: 39 - 56)

Oleh: RD. Ambros Ladjar

POS-KUPANG.COM - Dalam hal pertemanan, saya ingat baik pesan bijak Kitab Putera Sirakh. Secara garis besar saya kutip demikian. Ada kawan yang gunakan teman selama dalam Kesukaan. Saat kesukaran, berubah jadi lawan. Ada yang bantu teman untuk keuntungan sendiri, tapi saat perang ia ambil perisai. Jangan lupakan kawan dalam perjuangan. Saat kau kaya, ia jangan lenyap dari ingatanmu (Sir 37: 4-6).

Jika ada yang salah pasti langsung sadar. Sebab kita diingatkan agar tak lupakan kebaikan orang. Bila lupa, maka orang akan sindir lewat pepatah: habis manis sepah dibuang. Atau ibarat kacang lupa kulit, dll.

Gereja Katolik hari ini rayakan Pesta Santa Perawan Maria Kunjungi Elisabet. Pesta ini sekaligus menutup rangkaian devosi gereja kepada bunda Maria di bulan Mei. Sebetulnya praktek ini sudah lama dalam gereja sejak abad VI. Lalu Paus Urbanus VI menjadikan sebagai perayaan seluruh gereja.

Persahabatan Maria dan Elisabet bukan sarat kepentingan, tapi karena rasa peduli satu sama lain. Dalam diri mereka ada beban hidup. Kepada Maria, malaikat Gabriel katakan, dia akan mengandung dari Roh Kudus. Tanpa ada hubungan dengan laki-laki siapa pun. Lalu Elisabet sedang mengandung dalam bulan yang keenam di masa tua. Keduanya punya beban yang tak bisa dipungkiri.

Tempat kunjungan Maria kepada Elisabet di Yudea kini dikenal dengan nama Ein Karem. Ketika Maria memberi salam, anak dalam kandungan Elisabet pun melonjak kegirangan.

Dengan spontan kata Elisabet: Diberkati engkau di antara semua perempuan dan diberkati buah rahimmu. Sungguh bahagia orang yang percaya, sebab firman Tuhan akan terlaksana. Pernyataan Elisabet membuat Maria rasa diri tanpa arti di mata Tuhan. Ia yang hina dina justru diperhatikan karena campur tangan Tuhan.

Setelah kunjungan itu, Maria tinggal tiga bulan lamanya baru pulang ke Nazaret di Galilea. Kunjungan Maria Ibu Yesus adalah kunjungan Tuhan kepada gereja, umat- Nya. Yesus mengajak kita agar memiliki hati yang peka agar bertindak tepat pada waktunya. Bukan daya dorong kepentingan di baliknya. Pada akhirnya semangat kunjungan itu menjadikan kita duta kasih. Kita menjadi pembawa kasih Kristus ke dalam keseharian hidup sesama yang sulit, lantaran rasa peduli.

Salam sehat di Hari Senin buat semuanya. Tetap taat menjaga Prokes. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing-masing dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita hidup. Amin.*

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Akses juga artikel-artikel renungan harian katolik lainnya DI SINI

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved