Hari Lahir Pancasila
Ketua Kompak Indonesia: Hari Lahir Pancasila 1 Juni Perlu Dimaknai dalam Upaya Pemberantasan Korupsi
Setiap tanggal 1 Juni segenap bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote memperingati Hari Lahir Pancasila.
Ketua Kompak Indonesia: Hari Lahir Pancasila 1 Juni Perlu Dimaknai dalam Upaya Pemberantasan Korupsi
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Setiap tanggal 1 Juni segenap bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote memperingati Hari Lahir Pancasila.
Kepada media pada Senin 31 Mei 2021, Gabriel Goa, Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (Kompak Indonesia) menyatakan, hari lahir Pancasila 1 Juni ini perlu dimaknai dalam upaya pemberantasan korupsi.
Menurut Penggiat Anti Korupsi itu, hari lahir Pancasila harus menjadi perhatian semua anak bangsa, karena korupsi sangat menyalahi prinsip dasar Pancasila sebagai falsafah (ideogi) negara.
Menyambut peringatan hari lahir Pancasila pada tahun ini, kata Gabriel, tentu momentum untuk membangkitkan kembali dalam menghayati serta mengamalkan sila-sila dari Pancasila.
Menurutnya, semua pihak terutama pejabat negara (eksekutif dan legislatif) maupun Swasta harus sama-sama bersepakat bahwa hunusan bilah pedang anti korupsi mampu melesak cepat, tertuju menusuk dan mematikan detak jantung laten korupsi.
Ia mengatakan, jika ada yang berani korupsi, maka sama saja berani mengkhianati nilai-nilai dari setiap butir dari yang ada di dalam Pancasila.
Gabriel menuturkan, sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, memiliki esensi agar kita takut, terhindar dari niat dan godaan untuk berperilaku koruptif, karena yakin setiap derap langkah, perilaku dan perbuatan kita di dunia fana ini diketahui oleh Tuhan Yang Maha Esa (YME).
Gabriel menyebut, sila tersebut harus dikonkretisasi serta mampu menjaga pribadi untuk tidak berperilaku koruptif karena takut akan dosa.
Dengan demikian, lanjut Gabriel, akan menjadikan kita manusia yang adil dan beradab, sesuai sila kedua Pancasila.
Semangat dan implementasi esensi sila pertama dan kedua, kata dia, dapat menjadi tujuan sila ketiga, Persatuan Indonesia, dalam mengentaskan budaya korupsi yang telah berakar urat di negeri ini.
Bahkan, tegas Gabriel, tentunya perang melawan laten korupsi ini harus dipimpin dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan, sebagaimana esensi dari sila keempat Pancasila.
Ia meyakini bahwa sirnanya korupsi di Indonesia tentunya menjadi harapan, impian dan cita-cita kita bersama demi keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia, yang termakjub dalam sila kelima Pancasila.
Gabriel berharap, bangsa Indonesia jangan hanya memperingati hari lahirnya Pancasila, dengan peringatan tahunan seperti tahun-tahun sebelumnya, apalagi dengan hingar bingar perayaan di tengah situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang mampu melumpuhkan negeri ini, baik aspek ekonomi, kemanusian dan kesehatan.
Hal paling penting, tambah Gabriel, esensi dan nilai-nilai dari kelima butir Pancasila yang menjadi satu kesatuan utuh dan saling mengikat serta memiliki makna yang seharusnya menjadi landasan hidup berbangsa dan bernegara.
Maka dari itu, dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 2021 ini, Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (Kompak Indonesia) menyatakam sikap: