Breaking News:

Gubernur Viktor Laiskodat Panen Padi TJPS di Manusak, Minta Bupati 2 Kali Seminggu Tinjau Sawah

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Panen Padi TJPS di Manusak, Minta Bupati 2 Kali Seminggu Tinjau Sawah

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat panen padi di lokasi persawahan Kolidoki, Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, NTT, Sabtu, 29 Mei 2021. 

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu juga melarang alat pertanian diberikan kepada para petani. Menurut dia, kolaborasi program dilaksanakan dengan sistem brigade sehingga alsintan hanya diturunkan untuk lahan yang petaninya siap.

"Kebijakan ini diterapkan untuk mewujudkan keadilan bagi para petani di NTT," tegas Gubernur Viktor.

Ia juga meminta dilakukan analisa manajemen pengelolaan air yang baik sehingga dapat menjadi skenario yang diterapkan untuk memastikan hasil panenan maksimal. Ia mencontohkan, musim Oktober-Maret yang kelebihan air dan April-September yang kekurangan air harus dimanajemen dengan baik sehingga tidak mengalami kegagalan yang sama.

Bupati Kupang, Korinus Masneno menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah provinsi. Program Revolusi 5P Kabupaten Kupang akan disinergikan dengan Program TJPS Pemprov NTT.

Ia menyebut, lahan kawasan persawahan Kolidoki, Desa Manusak memiliki potensi hingga 800 hektar. Saat ini baru dikelola seluas 160 hektar untuk persawahan padi. Karenanya, pihak pemerintah kabupaten akan mengintervensi bantuan bibit dan pupuk untuk optimalisasi lahan tersebut.

"Ditempat ini Potensinya 800 ha, baru dikelola 160 ha untuk padi. Segera kami berikan bantuan bibit dan pupuk untuk program Revolusi 5P. Namun senang hati juga TJPS masuk di wilayah ini untuk optimalisasi lahan seluas 800 ha," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Ir Lecky Frederick Koli menegaskan pihaknya akan segera menggarap lahan 800 hektar tersebut untuk tanaman jagung. Ia menyebut, tanaman jagung program TJPS di lahan itu ditargetkan untuk dijual panen 100 hari mendatang.

Menurut dia, jika berhasil dipanen kelak maka maka nilai ekonomi dari proyeksi produksi yang dihasilkan adalah 3.000 ton maka sehingga dapat dikonversikan menjadi Rp 90 miliar.

"Kalau kita integrasikan dengan ternak maka dapat lebih meningkatkan pendapatan petani, areal ini kita bisa skenariokan pengelolaan air tanam Padi-Jagung-Kacang dengan memanfaatkan jaringan irigasi Raknamo agar bermanfaat bagi petani," ungkap dia.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi akan segera melakukan distribusi alsintan, bibit dan pupuk sesuai dengan tahapan serta tenaga (SDM).

"Setelah ini kami segera distribusi alsintan, benih, bibit dan pupuk sesuai dengan tahapannya dan SDM Provinsi dari persiapan hingga panen," kata dia.

Menurutnya, program tersebut akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kupang dan NTT. (Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Berita Kabupaten Manggarai

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved