Breaking News:

Sederet Alasan Pemerintah Arab Saudi Batasi Penggunaan Pengeras Suara untuk Masjid

"Sesungguhnya! Anda masing-masing memanggil Tuhan dengan tenang. Yang satu tidak boleh mengganggu yang lain dan yang satu tidak harus meninggikan suar

Editor: John Taena
Tribunnews/Bahauddin R Baso/ MCH 2019
Ribuan umat muslim melakukan thawaf mengelilingi Kabah usai shalat subuh di Masjidil Haram, Makkah, Kamis 11 Juli 2019. 

POS-KUPANG.COM, RIYADH - Instruksi kepada seluruh pengelola masjid agar hanya menggunakan pengeras suara luar (eksternal) saat azan dan ikamah telah dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi

Hal itu berdasarkan penerbitkan surat edaran yang ditandatangani Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Sheikh Abullatif bin Abdulaziz al-Sheikh. 

Mengutip Saudi Gazette, surat yang ditandatangani Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Sheikh Abullatif bin Abdulaziz al-Sheikh terbit pada Senin 24 Mei 2021 waktu setempat.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa dan Azan Magrib Bandung Hari Ini Sabtu 24 April 2021, Simak juga Daerah Lain

Azan adalah panggilan atau seruan untuk mengajak umat Islam melakukan shalat berjemaah.

Para muazin menyerukan azan selama lima kali sehari semalam sesuai jumlah kewajiban shalat.

Sementara, ikamah adalah seruan segera berdiri untuk shalat berjemaah.

Muazin menyerukan ikamah beberapa saat sebelum pelaksanaan shalat berjemaah.

Surat edaran itu juga berisi kewajiban agar volume pengeras suara tidak melebihi sepertiga volume maksimal.

Menteri Sheikh Abullatif mengatakan, pihaknya akan memberi sanksi pada orang yang melanggar aturan itu.

Langkah ini muncul karena kekhawatiran seruan dari pengeras suara masjid dapat mengganggu orang sakit, warga lansia, dan anak-anak yang tinggal di rumah sekitarnya.

Baca juga: Tio Nugroho Masuk Islam, Ini yang Dirasakan Saat Dengarkan Aza, Begini ada Efek Gelombang Suara Azan

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved