Senin, 11 Mei 2026

Ide Gubernur Viktor Laiskodat Untuk Desa di NTT, Ingin Gabungkan BUMDes dan Koperasi 

desain kelembagaan untuk menggabungkan atau mengkolaborasikan BUMDes dan Koperasi di tingkat desa.

Tayang:
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat sedang mencicipi kopi Colol. 

Ide Gubernur Viktor Laiskodat Untuk Desa di NTT, Ingin Gabungkan BUMDes dan Koperasi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melempar ide untuk menggabungkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi. Hal itu disampaikan Gubernur Viktor Laiskodat saat kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo, Senin 24 Mei 2021. 

Menurut dia, perlu ada desain kelembagaan untuk menggabungkan atau mengkolaborasikan BUMDes dan Koperasi di tingkat desa.

Hal tersebut, kata dia, berkaca dari status NTT sebagai provinsi dengan perkembangan koperasi yang luar biasa, termasuk di dalamnya berjamuran koperasi besar.

Kolaborasi itu, menurutnya perlu dilakukan, mengingat banyak kepala desa yang belum memiliki pemahaman kewirausahaan dan belum memiliki visi pembangunan ekonomi yang baik. Karenanya, banyak BUMDes yang belum maksimal mengelola potensi ekonomi di desa. 

Guna mendukung pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat meninjau lokasi PLTP Mataloko pada Senin (24/5/2021).
Guna mendukung pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat meninjau lokasi PLTP Mataloko pada Senin 24 Mei 2021. (ISTIMEWA)

“Terkait Bumdes, kita harus mampu memilah program dengan pemahaman karakteristik masyarakat kita," ujar mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu. 

Sementara itu, untuk masyarakat yang telah menjadi anggota koperasi, menurut dia, tentunya paham terkait pengelolaan potensi ekonomi desa. Namun, perlu ditambahkan pembekalan ekonomi, perencanaan bisnis, perencanaan keuangan, dan kudian dikolaborasikan dengan BUMDes.

"Saya ingin di NTT, Koperasi dan BUMDes dikolaborasikan. Karena Bumdes itu sangat tergantung pada kepala desa yang paham tentang kewirausahaan dan juga visioner. Jadi kalau kepala desa tidak paham maka kegagalan yang akan terjadi," kata Gubernur Viktor Laiskodat.

Gubernur NTT sedang meresmikan meletakan batu pertama pembangunan Asarama BLK Seminari Kisol.
Gubernur NTT sedang meresmikan meletakan batu pertama pembangunan Asarama BLK Seminari Kisol. (POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO)

Menurut dia, jika terjadi perubahan pada kepemimpinan di desa dan gesekan antara pengurus dengan kepala desa, maka lembaga koperasi tetap hidup.

Ia juga menginstruksikan kepala Dinas PMD NTT, Viktor Manek untuk membawa desain kolaborasi itu ke pihak kementerian Desa dan PDT untuk dibicarakan secara serius. 

"Kadis PMD segera bawa konsep ini Kementerian Desa dan PDT. Desain penggabungan BUMDes dan  Koperasi, pelajari dan kolaborasikan dengan Dinas Koperasi ," tegas dia. 

Gubernur NTT sedang meresmikan Lopo dia Bisa Bank NTT milik Bumdes Poco Nembu Desa Colol.
Gubernur NTT sedang meresmikan Lopo dia Bisa Bank NTT milik Bumdes Poco Nembu Desa Colol. (POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO)

Dalam kesempatan itu, Gubernur Viktor Laiskodat juga memastikan aktivitas ekonomi masyarakat untuk memacu pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi NTT masuk dalam 10 provinsi dengan pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal 1 tahun 2021. Pertumbuhan ekonomi NTT berada pada angka 0,12 persen. 

"Pertumbuhan ekonomi yang  positif ini tentunya berkontribusi juga terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I Januari-Maret 2021 sebesar 7 persen," ungkap Gubernur Viktor Laiskodat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved