Diambang Perang,Level Ketegangan Tertinggi China dan Taiawan,Operasi Penyerbuan Siap,Taipei Siaga 1

China sudah benar-benar tak tahan lagi untuk memulai perang. Semua pasukanj China atau Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) sudah mengisi senjata den

Editor: Alfred Dama
via Anadolu Agency
Armada kapal China di Laut China Selatan 

Pada tahun 2018, indeks itu kembali melewati angka 6. Ketika itu Donald Trump sebagai presiden AS mengambil pendekatan antagonis ke China dan mengejar hubungan yang lebih dekat dengan Taiwan.

Amerika Serikat, seperti kebanyakan negara, tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan tetapi merupakan pendukung internasional terpenting dan penjual senjata utama ke pulau demokrasi itu.

The Economist bulan ini memberi label Selat Taiwan sebagai "tempat paling berbahaya di Bumi" karena itu adalah masalah teritorial paling sensitif di Beijing dan titik utama perselisihan antara China dan AS.

Beijing mengklaim Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai wilayahnya sendiri dan belum meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawanya di bawah kendali daratan.

Mereka dibuat marah oleh hubungan yang menghangat antara Washington dan Taipei dan khawatir pemerintahan Taipei dapat memberanikan diri untuk mendeklarasikan kemerdekaan, garis merah bagi Beijing.

Lei, yang mengepalai lembaga pemikir baru tersebut, mengatakan perubahan dinamika politik di Selat Taiwan dan hubungan Washington yang lebih dekat dengan Taipei adalah dua "faktor destruktif" yang meningkatkan risiko konflik.

"Jika tren saat ini terus berlanjut ... penyatuan (Beijing) atas Taiwan secara paksa hanya akan menjadi masalah waktu," katanya.

Lei mengatakan para peneliti akan terus memantau pendalaman hubungan militer antara AS dan Taiwan karena berdampak signifikan pada indeks risiko.

Baca juga: Bikin Panas China , Amerika , Jepang, dan Prancis Serta Australia Gelar Latihan Militer Gabungan

Baca juga: Perang Siap Dimulai, China Kerakan 2 Kapal Induk ke Laut China Selatan, Siap Adang AS dan Sekutu

Ilustrasi Perwira dan prajurit armada angkatan laut China Armada ke-35
Ilustrasi Perwira dan prajurit armada angkatan laut China Armada ke-35 (SCM)

Namun, Lim John Chuan-tiong, mantan peneliti di Akademia Sinica Taiwan, mempermasalahkan apakah situasi saat ini lebih buruk daripada tahun 1950-an, ketika ada konflik bersenjata antara China daratan dan Taiwan.

Jika pihak yang bersengketa salah dalam mengambil langkah, tidak dipungkiri perang akan segera terjadi.

"Tetapi mengingat situasi yang meledak sekarang, ketidakpastian yang sangat besar dan taruhannya jika ada yang membuat penilaian yang salah atau langkah yang salah, tidak salah untuk mengatakan bahwa tingkat risiko di Selat Taiwan berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Lim.

"Beijing dulu percaya bahwa selama hubungan China-AS terkendali, Taiwan tidak akan menjadi masalah," kata Lim.

"Tapi ...hubungan Sino-AS menukik di bawah Trump dan tidak ada tanda-tanda perbaikan sekarang dengan pemerintahan Joe Biden, yang lebih mengandalkan sekutu seperti Taiwan untuk menahan China." (*)

Sebagian artikel ini sudah tayang di sosok.grid.id dengan judul: Militer China dan Taiwan di Ambang Perang, Risiko Konflik Bersenjata Saat Ini Terparah Sepanjang Masa: Situasi Meledak Sekarang! 

Sumber: Grid.ID
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved