Minggu, 3 Mei 2026

Malaysia Alami Ledakan Covid-19 Semakin parah, Negeri Jiran Catat Rekor Tertinggi Kasus Baru

Negeri Jiran mencatat rekor tertinggi dalam jumlah kasus baru Covid-19 di negara itu. Bahkan, tanda-tanda ke arah sama dengan kasus di India

Tayang:
Editor: Alfred Dama
Kompas.com
Menara Petronas lambang kekuatan ekonomi Malaysia 

POS KUPANG.COM -- Negara serumpun Indonesia , Malaysia tengah menghdapi masalah yang sangat serius terkait penyebaran Covid-19

Negeri Jiran mencatat rekor tertinggi dalam jumlah kasus baru Covid-19 di negara itu. Bahkan, tanda-tanda ke arah sama dengan kasus di India

Pemerintah Malaysia melaporkan 6.806 kasus Covid-19 pada Kamis (20/5), rekor tertinggi baru, ketika negeri jiran terus memerangi gelombang infeksi ketiga.

Ini adalah hari kedua berturut-turut Malaysia mencatat rekor tertinggi kasus harian sejak pandemi bergulir. Pada Rabu (19/5), negara itu mencatat 6.075 kasus baru Covid-19.

Dari 6.806 kasus baru pada Kamis, sebanyak 2.277 infeksi berasal dari Selangor dan 615 kasus dari Johor. Kuala Lumpur melaporkan 655 kasus baru, Kementerian Kesehatan mengatakan.

Baca juga: Bersiap, Israel ArahkanLaras Senjata ke Asia Tenggara,Malaysia Panik Jadi Sasran Pembalasan Yahudi

Baca juga: Malaysia Mulai Kewalahan Atasi Ledakan Covid-19, Kapasitas ICU Rumah Sakit Negeri Jiran Penuh

Baca juga: Inilah Model Cantik Kekasih Gelap Mantan PM Malaysia, Hidupnya Tragis , Tubuhnya Hancur Terkena Bom

Hingga Kamis, mengutip Channel News Asia, Malaysia mencatat total 492.302 kasus Covid-19.

Otoritas kesehatan Malaysia dalam beberapa hari terakhir telah mengimbau masyarakat untuk tinggal di rumah dan meminimalkan aktivitas yang tidak penting.

Pada Rabu malam, Kementerian Kesehatan Malaysia mem-posting tweet, mendesak warga untuk melakukan "penguncian diri" sendiri.

Langkah-langkahnya termasuk tidak mengundang tamu ke rumah mereka dan hanya keluar untuk membeli bahan makanan sekali seminggu.

Awal bulan ini, Pemerintah Malaysia melarang kegiatan sosial dan perjalanan antarkabupaten dan negara bagian sebagai bagian dari Perintah Kontrol Gerakan (MCO) nasional yang berlaku sebelum liburan Hari Raya Idul Fitri.

Namun, semua sektor ekonomi bisa beroperasi selama MCO 3.0 nasional yang berlaku hingga 7 Juni nanti.

Pada Kamis sore, media lokal melaporkan, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin akan memimpin pertemuan pada Jumat (21/5) untuk memutuskan tindakan selanjutnya.

Itu termasuk kemungkinan penerapan "penguncian penuh", seperti MCO pertama pada Maret 2020, media lokal menyebutkan, mengutip Menteri di Departemen Perdana Menteri Takiyuddin Hassan.*

Sebagian artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Semakin parah, Malaysia kembali catat rekor tertinggi baru kasus harian Covid-19 

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved