Breaking News:

Ibu-ibu Pekka Kabupaten Lembata Berjuang Bangkit Setelah Diterjang Bencana Alam

Bagian gedung yang berada di dekat jalan raya dan dapur tertimbun tanah, gelondongan kayu dan bebatuan. 

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Pada Sabtu, 15 Mei 2021, sejumlah kader Pekka Lembata dibantu warga mulai membersihkan gedung Center Keru Baki di desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape yang terdampak banjir dan menggali timbunan tanah yang menutupi gedung. 

Ibu-ibu Pekka Lembata Berjuang Bangkit Setelah Diterjang Bencana Alam

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Tidak mudah memang bangkit dari kesusahan setelah diterjang bencana alam. Tapi pilihan harus segera diambil. Semua puing-puing kehancuran harus dibersihkan lagi dan hidup semestinya terus berlanjut.

Itulah sepenggal ungkapan ketika ibu-ibu Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Lembata mulai menggali lagi sebagian gedung Center Keru Baki Pekka di desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape yang terkubur material banjir pada tanggal 4 April 2021 yang lalu.

Gedung yang selama ini jadi pusat aktivitas ibu-ibu Pekka Lembata tak luput dari terjangan banjir dan longsor yang berasal dari lereng Gunung Ile Lewotolok tersebut. Bagian gedung yang berada di dekat jalan raya dan dapur tertimbun tanah, gelondongan kayu dan bebatuan. 

Pada Sabtu, 15 Mei 2021, sejumlah kader Pekka Lembata dibantu warga mulai membersihkan gedung Center Keru Baki di desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape yang terdampak banjir dan menggali timbunan tanah yang menutupi gedung.
Pada Sabtu, 15 Mei 2021, sejumlah kader Pekka Lembata dibantu warga mulai membersihkan gedung Center Keru Baki di desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape yang terdampak banjir dan menggali timbunan tanah yang menutupi gedung. (POS KUPANG.COM/RICARDUS WAWO)

Sebulan lebih setelah musibah yang banyak menelan korban jiwa itu, pada Sabtu, 15 Mei 2021, sejumlah kader Pekka Lembata dibantu warga mulai membersihkan gedung terdampak banjir dan menggali timbunan tanah yang menutupi gedung.

Baca juga: Satu Narapidana Lapas Lembata Meninggal Dunia Sebelum Plasma darah Tiba

Fasilitator Pekka Lembata, Bernadete Deram Langobelen, mengaku sempat terpukul dengan kejadian ini. Selain gedung yang terdampak, banyak kader Pekka Lembata juga yang terdampak secara langsung dari musibah ini.

"Memang mulai hari pertama sampai selama sebulan ini saya bertanya-tanya dalam diri kenapa musibah ini terjadi pada kami. Kita mengoreksi diri apa salah kami sehingga terjadi begini," kata Mama Dete, sapaannya, kepada wartawan di desa Amakaka.

Beberapa rekan kerjanya di Jawa pun mulai memotivasi Mama Dete dan sejumlah kader lainnya untuk bangkit dari keterpurukan lagi.

Baca juga: Sekda Lembata : THR Untuk ASN di Lembata Cair Setelah Lebaran, Ini Alasannya

Dia ingat dengan pesan seorang sahabatnya, "Kamu harus urus diri sendiri dulu baru bisa urus orang lain."

"Jadi saya mau urus rumah saya dulu supaya bisa kumpul ibu ibu Pekka," katanya menjelaskan alasan kenapa dia harus mulai membersihkan Center Keru Baki Pekka di desa Amakaka.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved