Warga India Benamkan Banyak Jenasah di Sungai Gangga Akibat Kekurangan Kayu Kremasi

AKibat banyaknya jenasah karena Covid-19 maka Warga India banyak Jenasah di Sungai Gangga Akibat Kekurangan Kayu Kremasi

Editor: Hermina Pello
Tribunnews.com
Sungai Gangga di India. Warga India Benamkan Banyak Jenasah di Sungai Gangga Akibat Kekurangan Kayu Kremasi 

POS-KUPANG.COM | NEW DELHI - Banyak warga India yang terpaksa membenamkan jenazah di sungai suci Gangga sebagai ganti kremasi karena mereka kekurangan kayu kremasi.

Puluhan mayat tampak terdampar di tepi Sungai Gangga. Kondisi ini terjadi seiring melonjaknya jumlah korban meninggal akibat Covid-19.

Melansir Reuters, India saat ini menyumbang satu dari tiga kematian yang dilaporkan akibat virus corona di seluruh dunia. Hal ini menyebabkan sistem kesehatan India kewalahan, meskipun ada sumbangan tabung oksigen dan peralatan medis lainnya dari seluruh dunia.

Di sisi lain, bagian pedesaan India tidak hanya memiliki perawatan kesehatan yang lebih sederhana, tetapi sekarang juga harus menghadapi kekurangan kayu untuk kremasi tradisional Hindu.

Pihak berwenang mengatakan, pada hari Selasa (11/5/2021), mereka sedang menyelidiki penemuan sejumlah mayat yang ditemukan mengambang di Sungai Gangga di dua negara bagian yang terpisah.

“Saat ini sangat sulit bagi kami untuk mengatakan dari mana mayat-mayat ini berasal,” kata M P Singh, pejabat tinggi pemerintah di distrik Ghazipur, di Uttar Pradesh seperti yang dikutip Reuters.

Baca juga: Sudah Lebih Dari Seperempat Juta Rakyat India Meninggal Karena Covid-19, Korban Masih Berjatuhan

Baca juga: Varian Covid-19 India dan Malaysia Masuk Indonesia, Menyebar di Sumatera, Kalimantan hingga Bali

Akhand Pratap, seorang penduduk setempat, mengatakan bahwa banyak warga yang membenamkan jenazah di sungai suci Gangga sebagai ganti kremasi karena mereka kekurangan kayu kremasi.

Bahkan di ibu kota, New Delhi, banyak korban Covid-19 ditinggalkan oleh kerabat mereka setelah dikremasi. Alhasil, relawan lah yang harus mencuci abunya, mendoakan mereka, dan kemudian membawa mereka untuk disebar ke sungai di kota suci Haridwar, bermil-mil jauhnya.

“Organisasi kami mengumpulkan sisa-sisa ini dari semua krematorium dan melakukan ritual terakhir di Haridwar sehingga mereka dapat mencapai keselamatan,” kata Ashish Kashyap, seorang sukarelawan dari organisasi amal Shri Deodhan Sewa Samiti.

Infeksi harian tembus rekor baru
Data Reuters yang mengutip Kementerian Kesehatan India juga menunjukkan, rata-rata kasus infeksi corona tujuh hari mencapai rekor 390.995 pada hari Selasa, dengan 3.876 kematian.

Kematian resmi Covid-19, yang menurut para ahli hampir pasti tidak dilaporkan, berada di bawah seperempat juta.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Senin bahwa mereka menganggap varian virus corona yang pertama kali diidentifikasi di India tahun lalu sebagai varian yang menjadi perhatian global, dengan beberapa studi pendahuluan menunjukkan bahwa virus itu menyebar lebih mudah.

Sore hari itu, 11 orang tewas di rumah sakit pemerintah SVR Ruia di selatan kota Tirupati karena sebuah kapal tanker pengangkut oksigen terlambat datang.

“Ada masalah dengan pasokan oksigen karena ketersediaan yang rendah. Itu semua terjadi dalam rentang lima menit,” kata M Harinarayan, pegawai negeri senior di distrik itu.

Halaman
123
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved