Breaking News:

Pemerintah Bangun 1000 Rumah Korban Banjir Seroja NTT Seleai Akhir September, Begini Teknologinya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai membangun hunian tetap (huntap) untuk merelokasi masyarakat terdampak bencana banjir band

POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Kondisi rumah warga Desa Nelelamadike Pulau Adonara yang tertimbun bebatuan besar 

POS KUPANG.COM -- Para korban terdampak badai seroja di NTT pada Maret lalu akan mendapat bantuan rumah dari pemerintah

Pembangunan 1000 rumah diperkirakan akan dirampungkan pada akhir September nanti

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai membangun hunian tetap (huntap) untuk merelokasi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sesuai dengan Instruksi Presiden, bantuan rumah tahan gempa dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan tipe 36 Tunggal, akan disalurkan di dua wilayah yakni Kabupaten Lembata sebanyak 700 unit dan 300 unit di Kabupaten Flores Timur

Disamping itu, beberapa kabupaten terdampak bencana lainnya, sesuai dengan persetujuan Menteri PUPR akan segera dibangun Hunian Tetap (Huntap) RISHA

Baca juga: Rp 300 Juta Masuk ke Rekening Bupati Flotim untuk Donasi Bencana Adonara

Baca juga: Dapat Dukungan Psikososial, Unipa Indonesia dan WVI Dampingi Anak-anak Korban Bencana Adonara 

Baca juga: Perempuan Bangsa Flores Timur Berbagi Kasih Bingkisan Lebaran Kepada Korban Banjir Bandang Adonara

Dia Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana di NTT tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi sebagai upaya untuk membangun kembali permukiman baru yang tangguh terhadap bencana.

"Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama terhadap bencana, tetapi membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya,” kata Menteri Basuki.

Pembangunan inovasi RISHA didasari oleh kebutuhan akan percepatan penyediaan perumahan yang layak huni bagi masyarakat terdampak bencana dengan mengedepankan kualitas bangunan sesuai dengan standar (SNI).

RISHA adalah teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat dengan menggunakan 3 jenis modul beton bertulang pada struktur utamanya.

Bantuan rumah RISHA di Kabupaten Lembata disalurkan di Desa Waisesa I dan Desa Getto dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 85,5 miliar.

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved