Breaking News:

Peneliti Hama Sebut Belalang Kembara Bisa Diatasi Kalau Diantisipasi Sejak Awal 

Kalau masih sedikit biasanya masih bisa diatasi tapi kalau sudah bergerombol banyak begitu sudah sulit untuk dikendalikan

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Peneliti Hama Sebut Belalang Kembara Bisa Diatasi Kalau Diantisipasi Sejak Awal 
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Peneliti hama sekaligus dosen Faperta Undana, Ir. Lince Mukkun, MS.,Ph.D

Untuk menangani hama ini, tidak hanya pemerintah yang berperan tetapi juga dibutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. 

"Mungkin PPLnya bisa membantu melaporkan ke pemerintah bahwa ini populasi mulai ada. Biasanya kalau makanannya berkurang, otomatis populasinya berkurang, nanti tahun depan mulai tanam lagi, dia muncul lagi. Nah itu juga petani semua harus satu kali bergerak (untuk membasmi)," ujarnya.

Foto tim brigade Sumba Barat dan Propinsi NTT  yang siap melakukan penyemprotan terhadap hama belalang yang menyerang tanaman jagung sudah berisi di Desa Lokory Sumba Barat. Foto Kadis Pertanian Sumba Barat.
Foto tim brigade Sumba Barat dan Propinsi NTT yang siap melakukan penyemprotan terhadap hama belalang yang menyerang tanaman jagung sudah berisi di Desa Lokory Sumba Barat. Foto Kadis Pertanian Sumba Barat. (istimewa)

Menurut Lince, belalang kembara di Sumba ini agak unik karena periodenya tidak sama seperti yang ada ada di Pulau Timor. 

"Di daerah Timor ini biasanya tidak tiap tahun, kalau yang populasinya tinggi itu biasanya empat tahun baru muncul. Yang di Sumba ini mungkin ada pengaruh cuaca," ungkapnya.

Baca juga: Belalang Kembara Serang Lahan Tanaman Jagung Petani Lokory Sumba Barat, 5 Hektar udes

Hama belakang di Timor juga ada setiap tahunnya namun karena populasinya tidak banyak, masyarakat menganggap hal itu biasa dan masih bisa dikendalikan, kalau menyerang juga tidak terlalu parah.

"Jenisnya sama belalang kembara (di Pulau Timor dan Sumba) tapi kondisi hidupnya berbeda jadi mungkin ada sifatnya berbeda tapi pada dasarnya sama kebiasaannya sama," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved