Breaking News:

Solusi dan Penanganan Covid -19 Pasca Badai Seroja di NTT

Pasca dilanda badai siklon tropis Seroja kondisi ini sangat memprihatinkan dan berdampak pada peningkatan kasus  Covid-19.

Solusi dan Penanganan Covid -19 Pasca Badai Seroja di NTT
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Solusi dan Penanganan Covid-19 Pasca Badai Seroja di NTT

POS-KUPANG.COM - Badai tropis Seroja yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan kerusakan alam dan infrastruktur. 

Angin kencang serta hujan lebat menyebabkan banjir, tanah longsor, pohon-pohon tumbang, serta lahan pertanian dan perkebunan juga mengalami rusak akibat dilanda banjir.

Rumah- rumah warga rusak, infrastruktur seperti jalan dan jembatan rusak bahkan listrik putus akibatnya komunikasi melalui jaringan internet dan telepon pun macet.

Berdasarkan data BPBD NTT per 28 April 2021 sebanyak 182 orang meninggal tersebut tersebar di 10 Kabupaten/ kota di NTT yakni Flores Timur 72, Lembata 46, Alor 29,Kabupaten Kupang 12, Malaka 11, Kota Kupang 6, Sabu Raijua 3, Rote Ndao 1, Ende 1, dan Sikka 1 orang meninggal dunia. Sementara itu korban hilang 47 orang tersebar di 6 Kabupaten/kota.

Baca juga: Pasca Badai Seroja di NTT, Beban Ganda Menerpa Mahasiswa, Begini Pandangan Angelina Merici Jeniut

Pasca dilanda badai siklon tropis Seroja kondisi ini sangat memprihatinkan dan berdampak pada peningkatan kasus  Covid-19.

Kasus Covid-19 kini menjadi ancaman baru di NTT, hal ini dikarenakan terjadi peningkatan kasus Covid-19. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Satgas Covid-19 NTT menyebutkan per tanggal 30 April 2021, jumlah kasus Covid-19 yaitu : Kontak erat (orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19) 15487 kasus, Suspek (orang yang memiliki riwayat sakit flu, atau riwayat perjalanan dari wilayah penyebaran kasus Covid-19 3588 kasus), Probable (orang yang diyakini sebagai suspek dengan ispa berat atau gagal nafas, atau meninggal dengan gambaran klinis yang menyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil labaratorium RT-PCR) 151 kasus dan yang terkonfirmasi 14195 kasus.

Penyebaran atau peningkatan kasus Covid-19 di NTT pasca badai Seroja terjadi akibat mobilitas warga dan banyaknya titik pengungsian serta protokol penanganan Covid-19 yang kurang baik.

Keadaan ini memicu peningkatan kasus Covid-19. Faktor lain yang memicu terjadinya peningkatan kasus diantaranya proses evaluasi korban dan layanan kesehatan yang terkendala selama bencana terjadi per tanggal 28 April kasus Covid-19 di Sumba Timur mencapai 1135 kasus dengan rasio positif 25,47%, rasio kesembuhan 68,72%, dan kematian 2,91%. (Data Posko Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur).

SOLUSI

Adapun beberapa solusi atau penanggulangan untuk dapat menurunkan kasus Covid-19  yang dilakukan pemerintah provinsi NTT yaitu dengan melakukan  penerapan protokol kesehatan dan upaya pencegahan di tempat pengungsian masyarakat yang terdampak bencana dengan melakukan pemisahan kelompok rentan, seperti lanjut usia, wanita hamil, balita, dan anak-anak dari kelompok pemuda serta menyiapkan alat skrining berupa rapid tes antigen.

Tim yang membantu warga terdampak harus dites terlebih dahulu sehingga tidak membawa virus Covid-19 dari  luar. Warga yang terdampak bencana akan di berikan sosialisasi pemahaman mengenai Covid-19, gejalanya yang terjadi.

Hal tersebut bermanfaat bagi warga untuk dapat mengidentifikasi kondisinya sejak dini serta diharapkan partisipasi masyarakat selalu mengingatkan dalam mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Korban Badai Seroja di Kiritana Kabupaten Sumba Timur Terima Bantuan dari BLU PIP

Pemerintah juga melakukan kerja sama  dengan Kepala Lurah/desa berserta jajarannya untuk mulai membentuk Satgas Covid-19 di daerah kerjanya masing-masing, memberdayakan Para pemuda di daerah lingkungan mereka sebagai roda penggerak untuk mengontrol orang keluar masuk daerah, memberitahukan setiap rumah harus menyediakan tempat cuci tangan, menyediakan tempat isolasi mandiri untuk orang-orang yang di curiga sebagai OTG (Orang Tanpa Gejala), serta harus diperketat  peraturan Prokes sesuai anjuran/peraturan Kemenkes dengan  selalu menerapkan 3M (Mencuci tangan, Memakai Masker, Menjaga jarak).

Tentunya perlu dukungan dan kerja sama yang baik dari seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan Protokol kesehatan. Menjaga kesehatan adalah hal yang sangat penting mulai daru diri sendiri dulu agar tidak ditularkan ke orang lain karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. (Mahasiswa Mata Kuliah Promkes Penanggulangan Bencana).

Editor: Gordy Donofan
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved