Breaking News:

Kadis Kominfo Kabupaten TTS Diperiksa Terkait Internet Desa, Simak Penjelasan Kasat Reskrim

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten TTS, Deny Nubatonis hari ini diperiksa penyidik Tipikor Polres TTS guna meminta klarifikasi terkait dugaan korupsi prog

PK/Dion Kota
Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendricka Bahtera 

Kadis Kominfo Kabupaten TTS Diperiksa Terkait Internet Desa

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Kepala Dinas Kominfo Kabupaten TTS, Deny Nubatonis hari ini diperiksa penyidik Tipikor Polres TTS guna meminta klarifikasi terkait dugaan korupsi program internet desa. Sebelum Kadis Kominfo, penyidik sudah terlebih dahulu melakukan klarifikasi terhadap kepala desa, camat, Bagian Tatapem Setda TTS dan Dinas PMD TTS.

" Hari ini kita lakukan klarifikasi dengan kepala Dinas Kominfo terkait program internet desa. Karena kasus ini masih tahapan penyelidikan, saya belum bisa bicara terlalu banyak," ungkap Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendricka Bahtera kepada Pos-Kupang. Com, Rabu (5/5/2021) di ruang kerjanya.

Ketika ditanyakan apakah pihak Telkom selaku penyedia jasa layanan internet desa sudah dipanggil, Hendricka mengaku, sudah namun pihak Telkom belum memenuhi undangan klarifikasi tersebut. Pihaknya akan kembali melayangkan surat undangan kepada pihak Telkom guna melakukan klarifikasi terkait program tersebut.

" Sesuai dengan jadwal kita,  klarifikasi dengan pihak PT Telkom seharusnya berlangsung pada Selasa (4/5/2021) kemarin, tetapi pihak PT Telkom tidak memenuhi undangan kita. Dalam waktu dekat kita akan kembali melayangkan surat undangan klarifikasi untuk PT Telkom," ujarnya.

Sementara itu, pihak PT Telkom, Linda masih enggan berkomentar terkait kasus tersebut. Dirinya memilih tidak menjawab pertanyaan awak media yang disampaikan lewat pesan WhatsApp walaupun pesan tersebut sudah dibacanya.

Selain Polres TTS, dugaan korupsi program internet desa juga sementara dilakukan penyelidikan oleh pihak Kejari TTS. Namun pihak Kejari TTS masih enggan berkomentar terkait penanganan kasus tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Kasi Intel Kejari TTS Haryanto membenarkan jika saat ini pihaknya sedang melidik kasus internet desa. Namun, ia masih enggan berbicara lebih jauh terkait penanganan kasus tersebut karena masih berstatus Lidik

" Iya, kita masih lidik. Karena statusnya masih Lidik kami belum bisa bicara terlalu banyak. Nanti jika statusnya sudah naik baru kita sampaikan kepada teman-teman media," jawabnya singkat kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (25/3/2021).

Terpisah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten TTS, Nikson Nomleni mengatakan, ada 77 Desa di Kabupaten TTS yang mengambil program internet desa. Dari jumlah tersebut 21 desa di antaranya sudah melakukan pembayaran.

Sedangkan sisanya belum melakukan pembayaran. Dirinya tidak merinci lebih jauh alasan kenapa 56 desa lainnya belum melakukan pembayaran. 

Terkait kondisi internet desa yang berfungsi dan tidak berfungsi, Nikson mengaku, pihaknya belum memiliki data tersebut. Pihaknya baru akan mendata jumlah internet desa yang berfungsi dan tidak berfungsi. (din)

Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendricka Bahtera
Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendricka Bahtera (PK/Dion Kota)

Baca juga: Wow, Ini Jadi Alasan Jose Mourinho Mau Jadi Pelatih AS Roma Setelah Didepak Hotspur ? Info Sport

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved