Breaking News:

Jelang Hari Raya Idul Fitri -  Ini Seruan MUI Kabupaten Sumba Timur

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumba Timur mengeluarkan seruan terkait pelaksanaan shalat Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Seruan ini dikelu

POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Suasana rapat Forkopimda Sumba Timur dengan MUI dan PHBI Kabupaten Sumba Timur di Aula Setda Sumba Timur, Rabu (5/5/2021). 

Jelang Hari Raya Idul Fitri -  Ini Seruan MUI Kabupaten Sumba Timur

Laporan Reporter POS -KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/WAINGAPU -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumba Timur mengeluarkan seruan terkait pelaksanaan shalat Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Seruan ini dikeluarkan sebagai bentuk perhatian dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Sumba Timur.

Hal ini disampaikan Plt. Ketua MUI Sumba Timur, H. Muhammad Zein Bunga , Rabu (5/5/2021).
Zein menyampaikan hal ini di sela-sela mengikuti rapat koordinasi Forkopimda terkait pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri di suasana Pandemi Covid-19.

Menurut Zein, imbauan atau seruan yang dikeluarkan oleh MUI Sumba Timur itu berkenaan dengan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 H di masa Pandemi Covid-19.

"Kita saat ini masih dalam suasana Pandemi Covid-19, walaupun tahun ini shalat id bisa dilakukan di masjid masing-masing. Namun, perlu ada penengasan soal protokol kesehatan," kata Zein.

Dijelaskan, seruan yang disampaikan MUI itu juga disampaikan ke semua pengurus masjid yang ada di Sumba Timur.
Ditanyai soal seruan tersebut, Zein mengatakan, beberapa seruan dari MUI Sumba Timur terkait pelaksanaan Shalat Idul Fitri, yakni, mewajibkan semua jamaah untuk memakai masker, menjaga jarak saat shalat, membawa perlengkapan sujud/sajadah masing-masing dan meringkas durasi khotbah.

"Selain itu, jamaah juga harus mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, tidak saling berjabat tangan atau bersalaman. Pada masjid yang menjadi tempat shalat, wajib menyediakan hand sanitizer dan masker," katanya.

Zein juga menegaskan, MUI juga melarang jamaah yang tidak sehat atau dalam keadaan sakit agar tidak ikut Shalat Idul Fitri.
"Kita juga minta umat muslim supaya tidak boleh melakukan kunjungan keluarga pasca hari raya," ujarnya.

MUI Sumba Timur, lanjut Zein mengimbau tidak ada mudik baik yang datang atau pun pergi serta akan bekerja sama dengan pihak keamanan dalam mengawasi ketentuan-ketentuan pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Sumba Timur.

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Sumba Timur, Samsudin Pasoa,S.Sos mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan semua pengurus masjid dan menyampaikan soal adanya surat edaran dari Menteri Agama dan juga dari Mendagri.

"Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar semua umat Muslim patuh terhadap imbauan  baik dari pemerintah pusat maupun daerah," kata Samsudin.

Baca juga: Jelang Lebaran, Bulog Pastikan Stok Beras di NTT Aman, Simak Info Datanya

Baca juga: Juara Piala Menpora 2021, Gubernur DKI Jakarta Anies Sambut Pemain Persija di Balai Kota, Suasana

Samsudin juga kembali mengingatkan kepada semua masjid yang akan digunakan sebagai tempat Shalat Idul Fitri agar menyiapkan hand sanitizer dan masker.

Suasana rapat Forkopimda Sumba Timur dengan MUI dan PHBI Kabupaten Sumba Timur di Aula Setda Sumba Timur, Rabu (5/5/2021).
Suasana rapat Forkopimda Sumba Timur dengan MUI dan PHBI Kabupaten Sumba Timur di Aula Setda Sumba Timur, Rabu (5/5/2021). (POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru)
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved