Breaking News:

IOM Berikan MHPSS Multi-Layered Pada Pengungsi Afghanistan di Kupang, Provinsi NTT

IOM Berikan Mental Health And Psychosocial Support (MHPSS) Multi-Layered untuk Pengungsi Afghannistan yang ada di Kupang, Provinsi NTT. 

POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO
Kubra Hasani dan Hasana Husaini bersama suami, pengungsi Afghanistan di Kupang saat mereka melakukan aksi damai hari ketiga di kantor IOM di Kupang, Provinsi NTT, Senin (2/5/2021). 

POSKUPANG.COM - IOM Berikan Mental Health And Psychosocial Support (MHPSS) Multi-Layered untuk Pengungsi Afghannistan yang ada di Kupang, Provinsi NTT. 

Sejak pengungsi Afghanistan di Kupang, provinsi NTT melakukan aksi damai di Kantor IOM tanggal 28, 29, 30 April 2021 dan 2 Mei 2021, pihak IOM Kupang tidak menemui mereka.

Wartawan Pos Kupang yang hendak mengkonfirmasikan kepada IOM terkait  berbagai hal terkait aksi damai dan sejumlah masalah dan permintaan pengungsi Afghanistan di Kupang dimaksud, juga tidak  berhasil mewawancarai pihak IOM.

Waratwan Pos Kupang diminta mengirimkan pertanyaan kepada IOM melalui e-mail dan baru dijawab tanggal 4 Mei 2021 oleh Ariani Hasanah Soejoeti alias Rina selaku National Media and Communications Officer.

Pengungsi Afghanistan di Kupang Minta UNHCR, Pemda NTT, Selamatkan Mereka

Lagi, Pengungsi Afhanistan di Kupang NTT Kembali Datangi Kantor IOM Tuntut Hak Hari Kedua

Curhatan Pengungsi Afganistan, Kami Seperti Burung Dalam Sangkar Tolong Buka Hatimu IOM & UNHCR

Berikut wawancara ekslusif Pos-Kupang.com dengan IOM melalui e-mail :

POS KUPANG : Bagaimana tanggapan IOM terhadap demonstrasi oleh Pengungsi dari Afghanistan? Mengapa IOM tidak mau bertemu dengan perwakilan pengungsi di Kupang yang melakukan aksi damai kemarin, Rabu 28 April 2021? Di hari keempat, para pengungsi Afghanistan melakukan demonstrasi damai namun belum bisa bertemu IOM, apa alasan IOM sampai saat ini belum bisa bertemu dengan mereka?

IOM : Semua orang, termasuk migran (pengungsi) memiliki hak atas kebebasan berbicara. Dalam konteks demonstrasi yang dilakukan oleh Pengungsi dari Afghanistan, IOM sebenarnya telah mengatur sebuah pertemuan Zoom dengan pengungsi bersama dengan UNHCR, dan juga menyadari bahwa UNHCR mengatur tindak lanjut terpisah dengan pengungsi secara online sesudahnya.

Mengingat kondisi pandemi saat ini, IOM terus mendorong agar semua pengungsi memanfaatkan berbagai saluran umpan balik terbuka untuk berkomunikasi dan membangun dialog antara komunitas pengungsi dan IOM, termasuk telepon, email, pesan instan, dan beberapa contoh, diskusi langsung.

Perlu kami sampaikan bahwa IOM memberlakukan protokol kesehatan dan keselamatan COVID-19 yang ketat untuk menekan jumlah yang terkena dampak di Indonesia dan beralih ke modalitas kerja online. Ini membutuhkan adaptasi dalam interaksi sehari-hari kita dengan pengungsi untuk mematuhi protokol kesehatan masyarakat setempat.

POS KUPANG : Apa saja kendala yang dihadapi IOM dalam menindaklanjuti permintaan pengungsi, khususnya di Kupang, untuk bisa "pindah" ke negara tujuan?

Halaman
1234
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved