Breaking News:

Hakim Tegur Pengacara Rizieq Shihab yang Putar Video Presiden Jokowi di Maumere: Ini Salah Sasaran

Selain agenda sidang kasus kerumunan terdakwa Habib Rizieq Shihab hari ini, Rabu 5 Mei 2021, sidang juga telah dilaksanakan hari sebelumnya.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Habib Rizieq Shihab saat diperiksa kesehatan oleh polisi di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. 

Suparman pun memperkenankan tim kuasa hukum Rizieq kembali bertanya ke Hariadi dan Panji dengan syarat pertanyaan tidak bersifat pengetahuan umum sebagaimana sebelumnya.

"Jadi bertanya betul-betul yang tidak tahu ya, kita butuh dari ahli ini. Jangan hanya sekedar menguji yang bukan keahliannya, buang-buang waktu saja kita," tuturnya.

Rizieq Tanya Perbedaan Kerumunan Maulid Nabi dan Pilkada

Sementara itu, terdakwa kasus tersebut, Muhammad Rizieq Shihab kembali membandingkan kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan yang menjeratnya dengan kasus pelanggaran protokol kesehatan lain.

Dalam sidang kerumunan warga di Petamburan dan Megamendung yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dia bertanya ke saksi ahli penanganan pelanggaran protokol kesehatan efektif.

Yakni kepada Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Hariadi Wibisono dan Epidemiolog Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Panji Fortuna yang dihadirkan JPU.

"Pertanyaan saya singkat saja, menurut ilmu epidemiologi kalau di wilayah pandemi satu kerumunan dilarang tapi kerumunan lain dibiarkan apakah itu efektif mengatasi pandemi?" tanya Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (29/4/2021).

Menurut Rizieq selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia terjadi banyak pelanggaran protokol kesehatan, tapi hanya kasusnya yang diproses secara pidana hingga ke pengadilan.

Hariadi lalu menjawab bahwa dia tidak dalam posisi membandingkan penanganan kasus, namun dia menyebut bahwa setiap kebijakan harus dipantau pelaksanaannya.

"Setiap kebijakan mesti dipantau penerapannya, kalau suatu kebijakan tidak bisa diterapkan secara benar di lapangan maka kebijakan itu tidak efektif," ujar Hariadi.

Sementara Panji menjawab bahwa seharusnya setiap kerumunan tidak diperkenankan dalam situasi pandemi Covid-19 karena dapat memicu penularan meluas dan agar penanganan efektif.

Rizieq kembali bertanya apa ada perbedaan antara kerumunan satu kerumunan dengan kerumunan lainnya secara epidemiologi yang membuat beda penanganan kasus hukum.

Pengadilan Negeri Jakarta Timur terpantau sepi setelah sebelumnya terdapat puluhan simpatisan Rizieq Shihab yang menghadiri jalannya sidang, Jumat 26 Maret 2021.
Pengadilan Negeri Jakarta Timur terpantau sepi setelah sebelumnya terdapat puluhan simpatisan Rizieq Shihab yang menghadiri jalannya sidang, Jumat 26 Maret 2021. (istimewa)
Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved