Breaking News:

Berita Kupang Kota Kasih

Dua Menteri Kabinet Kerja Presiden Jokowi Pantau Penanganan Stunting di Kota Kupang,Simak Beritanya

Dua Menteri Kabinet Kerja Presiden Jokowi Pantau Penanganan Stunting di Kota Kupang, Simak Beritanya

Doc PROKOMPIM KOTA 
PANTAU STUNTING -- Dua Menteri Kabinet Indonesia Maju, turun langsung memantau penanganan stunting di Kota Kupang, Senin (3/5).   

Dua Menteri Kabinet Kerja Presiden Jokowi Pantau Penanganan Stunting di Kota Kupang, Simak Beritanya

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dua Menteri Kabinet Indonesia Maju, turun langsung memantau penanganan stunting di Kota Kupang, Senin (3/5). 

Dua menteri dimaksud antara lain Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Prof. Muhadjir Effendy dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati. 

Usai memantau lokasi dan warga terdampak badai seroja di Kabupaten Kupang, kedua menteri yang didampingi Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi  dan Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Julia Nomleni, berkesempatan mengunjungi Kantor Lurah Lasiana yang menjadi salah satu dari dua kelurahan contoh penanganan stunting di Kota Kupang. 

Di Kantor Lurah Lasiana, rombongan menteri disambut oleh Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat, Ketua TP PKK Kota Kupang, Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Maria Fransiska Djogo Ny. Hilda Riwu Kore Manafe, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, pimpinan perangkat daerah terkait, Lurah Lasiana dan Lurah Manutapen beserta Ketua TP PKK kelurahan masing-masing dan para kader posyandu.

Menko PMK, Prof. Muhadjir Effendy memberikan apresiasi terhadap upaya penanganan stunting di NTT.

Menurutnya angka penurunan stunting di NTT sudah cukup bagus, dari yang sebelumnya 35 persen turun hingga 24,2 persen. Dia yakin pemerintah dan masyarakat di NTT akan bisa menangani masalah stunting ini. “Mudah-mudahan tahun 2024 mendatang angkanya semakin turun sesuai target Presiden mencapai 14 persen,” tambahnya. 

Pada kesempatan yang sama Menko PMK meminta maaf karena sering menjadikan NTT sebagai contoh salah satu daerah yang memiliki masalah stunting.

Menurutnya tingginya angka stunting di NTT lebih karena faktor perilaku dan rendahnya pemahaman tentang asupan gizi pada warga. Karena sesungguhnya NTT memiliki kekayaan alam yang cukup seperti hasil perikanan dan produksi tanaman kelor dan makanan bergizi lainnya. 

Hal senada juga disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, yang juga memberikan apresiasi terhadap upaya penanganan stunting di NTT termasuk Kota Kupang, salah satunya lewat pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak-anak.

Halaman
12
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved