Breaking News:

Dikelilingi Lokasi Longsor, Warga Lewotaa -Lembata Minta Direlokasi, Lahan Sudah Siap, Simak Berita

Kampung Lewotaa, desa Seranggorang, Kecamatan Lebatukan kini dikelilingi areal longsor pasca badai siklon tropis Seroja yang menghantam NTT pada 4 Apr

Foto/Ricko Wawo/
Salah satu titik longsor yang sebabkan satu rumah warga di desa Seranggorang, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Selasa, 4 Mei 2021.  

Dikelilingi Lokasi Longsor, Warga Lewotaa Lembata Minta Direlokasi, Lahan Sudah Siap

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Kampung Lewotaa, desa Seranggorang, Kecamatan Lebatukan kini dikelilingi areal longsor pasca badai siklon tropis Seroja yang menghantam NTT pada 4 April 2021 silam. Sejumlah rumah juga dilaporkan rusak akibat longsor kala itu. Pemukiman warga Kampung Lewotaa berada di atas punggung bukit. Ada beberapa titik longsor yang mengancam keberlangsungan hidup warga.

Kepala desa Seranggorang, Heribertus Pito, menjelaskan pasca longsor sebulan yang lalu tercatat 1 rumah warga rusak berat dan 8 rumah rusak ringan yang tersebar di dusun Belalangu dan Mulalamaherin. Data kerusakan rumah sudah diserahkan kepada Pemda Lembata dan semua warga atau total 39 Kepala Keluarga (KK) sudah bersedia untuk direlokasi. Warga juga sudah menyiapkan lahan untuk relokasi tersebut. 

"Kalau masyarakat tidak relokasi maka akses jalan bisa putus, berapa tahun belakangan kita bangun talud dengan dana desa tapi sudah ambruk dihantam longsor. Semua warga bersedia relokasi. Dokumen pendukung juga sudah di dinas," katanya ditemui di desa Seranggorang, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Selasa (4/5/2021).

Menurutnya, semua warga di dua dusun tersebut terdampak musibah karena hampir semua lahan pertanian dan lumbung pangan sudah hanyut akibat longsor. 

Hendrikus Riba (51) warga dusun Belalangu, mengatakan semua warga di dusun yang terdampak longsor sudah bersedia untuk direlokasi. 

"Ini untuk pertama kalinya terjadi, apalagi kami warga yang tinggal di daerah perbukitan. Sehingga kami bersedia direlokasi," ungkapnya.

Kampung Lewotaa, katanya, sudah dikelilingi areal longsor dan mengancam keselamatan warga yang ada di pemukiman dusun Belalangu dan Mulalamaherin. 

Baca juga: Info Sport: Ini Sebuah Pilihan, Man City Tunggu Lawan di Final, Antara Chelsea atau Real Madrid ?

Hal senada juga diutarakan oleh Anselmus Mudapue (27), tokoh muda dusun Mulalamaherin yang berharap supaya pemerintah bisa mengurus dan menata kembali kampung di lahan relokasi yang baru. 

"Supaya anak muda bisa bangun rumah, kalau yang sekarang sudah tidak bisa lagi. Lahan relokasi juga sudah ada," tandasnya.
Disaksikan Pos Kupang, Selasa kemarin, beberapa titik longsor ada di keliling pemukiman warga dusun yang ada di punggung bukit. Beberapa rumah yang ada di tepi bukit juga mengalami kerusakan fondasi akibat tanah yang sudah bergerak. *)

Salah satu titik longsor yang sebabkan satu rumah warga di desa Seranggorang, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Selasa, 4 Mei 2021. 
Salah satu titik longsor yang sebabkan satu rumah warga di desa Seranggorang, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Selasa, 4 Mei 2021.  (Foto/Ricko Wawo/)
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved