Breaking News:

4 Tahun Tak Ada Pembahasan LKPj Penggunaan Anggaran, Warga Desa Sunsea, TTU Segel Kantor Desa

4 Tahun tak ada Pembahasan LKPj penggunaan anggaran, warga Desa Sunsea, Kabupaten TTU segel kantor desa

POS-KUPANG.COM/FOTO Kiriman warga
Pose warga saat melakukan penyegelan terhadap kantor desa Sunsea, Kecamatan Naibenu, TTU, Selasa, 04/05/2021. 

4 Tahun tak ada Pembahasan LKPj penggunaan anggaran, warga Desa Sunsea, Kabupaten TTU segel kantor desa

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Badan Permusyawaratan Desa ( BPD) dan sejumlah warga masyarakat desa Sunsea, kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara ( Kabupaten TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) pada selasa, 04/05/2021 menyegel kantor desa setempat.

Penyegelan dilakukan lantaran warga mengaku kesal atas sikap Kepala Desa Lusianus L. T. Oematan yang diduga tidak transparan dan terkesan bekerja sendiri tanpa membangun komunikasi yang baik terutama dengan Badan Permusyawaratan Desa ( BPD).

Dalam rekaman video yang diterima POS-KUPANG.COM, Rabu, 05/05/2021, warga tampak membawa spanduk-spanduk yang bertuliskan tentang tuntutan-tuntutan mereka. Saat tiba di kantor desa warga memaku spanduk tersebut pada pintu masuk kantor yang sedang tertutup.

Baca juga: Bibir Amanda Manopo Terlihat Beda Lebih Tebal & Seksi, Disebut Filer, Benarkah? Ternyata Gegera Ini

Baca juga: BREAKING NEWS: Disekap Selama 4 Hari Dan Diancam Hendak Dibunuh FEN Diperkosa DB

Mereka juga membawa poster-poster lain yang bertuliskan tentang rincian tugas-tugas dan kewenangan BPD. Penyegelan kantor Desa Sunsea dikawal ketat aparat kepolisian dari Polsek Miomaffo Timur.

Ketua BPD Desa Sunsea, Petrus Eko saat dihubungi POS-KUPANG.COM, mengatakan, masyarakat bersama BPD melakukan penyegelan kantor desa karena tidak puas dengan kinerja kepala desa.

Menurutnya, sejak tahun 2016 hingga detik ini, Kepala Desa Sunsea tidak pernah menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) kepada masyarakat melalui BPD.

Baca juga: Perketat Pintu Pelabuhan, Syahbandar Maumere Bangun Posko dan Awasi Penumpang Mudik

Baca juga: Di Sumba Barat 424 Pasien Positip Corona Dinyatakan Sembuh

Sebagai upaya menjalankan tugas BPD, ujar Petrus, pihaknya sudah beberapa kali meminta kepala desa untuk mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran dana desa. Tetapi, Kades tidak pernah mengindahkan permintaan BPD.

"Kita sudah meminta berulang-ulang, baik secara lisan maupun tertulis kepada kepala desa untuk menggelar pertemuan bersama, agar kepala desa bisa menyampaikan ke kita laporan pertanggungjawaban atas kinerjanya selama ini, namun kepala desa malas tahu dan selalu menghindar" bebernya.

Merasa gerah dengan sikap kades yang tidak merespon permintaan BPD tersebut, tutur Petrus, pihaknya bersama menumpahkan kekecewaan dengan menyegel kantor desa.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Rebon
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved