Breaking News:

Pembunuhan di Lewa  Kabupaten Sumba Timur, Polisi Kirim Bercak Darah ke Labfor Denpasar 

terkait proses penanganan kasus pembunuhan terhadap Aci Emy yang meninggal dunia di tokonya akibat dibunuh

POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kapolres Sumba Timur AKBP. Handrio Wicaksono, S. IK 

Pembunuhan di Lewa  Kabupaten Sumba Timut, Polisi Kirim Bercak Darah ke Labfor Denpasar 

POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Polres Sumba Timur terus mengusut kasus pembunuhan terhadap Emmy Setiawaty alias Aci Emy di Desa Persiapan Kambumoru, Kecamatan Lewa Tidahu. Polisi telah mengambil bercak darah untuk diperiksa di laboratorium forensik (labfor) Denpasar, Bali.

Hal ini disampaikan Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono, S.IK  Selasa 4 Mei 2021.
Handrio dikonfirmasi terkait proses penanganan kasus pembunuhan terhadap Aci Emy yang meninggal dunia di tokonya akibat dibunuh pada Kamis 18 Februari 2021 lalu.

Menurut Handrio, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Salah atau proses yang dilakukan adalah pengiriman DNA untuk diperiksa di labfor Denpasar.
"Jadi DNA yang ditemukan di tubuh korban dan yang ada di dinding, kita ambil dan kirim untuk diperiksa di labfor Denpasar," kata Handrio.

Baca juga: Kadis Kesehatan : Kabupaten Sumba Timur Masih Zona Merah Malaria

Dijelaskan, berdasarkan keterangan saksi bahwa ada percikan darah korban yang ditemukan di dinding, sehingga perlu penelitian laboratorium, apakah darah itu adalah darah korban atau siapa.

"Ada  keterangan saksi bahwa ada  kecocokan atau identik darah di baju korban dengan di dinding. Nah, perlu pemeriksaan laboratorium, apakah darah itu ada kesamaan atau tidak," katanya.

Dikatakan, hasil dari labfor itu  tentu akan menjadi bahan bagi polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Sedangkan soal pelaku, Handrio mengatakan, sampai saat ini juga polisi masih melakukan 
pencarian terhadap pelaku pembunuhan tersebut.

Perkemi Sumba Timur Terus Berlatih di Tengah Pandemi Covid-19, Simak Beritanya
Perkemi Sumba Timur Terus Berlatih di Tengah Pandemi Covid-19, Simak Beritanya (pk/oby lewanmeru)

"Saat ini kami masih lakukan penyelidikan terhadap pelaku dan juga motif pembunuhan. Motif utamanya apa sehingga pelaku nekat menghabisi nyawa korban," katanya.

Sebelumnya, Handrio juga mengatakan, dugaan motif sementara terkait adanya hutang piutang, karena saat polisi ke TKP ditemukan buku catatan bon di atas meja kerja.

Baca juga: Usai Divaksin, Sekda Sumba Timur Domu Warandoy Dinyatakan Positif Covid-19

"Kemungkinan saat itu, korban menagih hutang dan dalam catatan diduga pelaku punya banyak hutang. Korban dan suami ini adalah pengusaha penggilingan padi. Kita juga masih mencari keterangan saksi-saksi agar memperkuat hasil olah TKP," ujarnya.

Pasar Desa Kadumbul di Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur yang  mubazir.
Pasar Desa Kadumbul di Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur yang mubazir. (POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU)

Setelah peristiwa tersebut, polisi sudah bertemu dua saksi di TKP, yakni Lu Tjung Siong alias Ongko Siong yang adalah suami korban dan Yohan N. Langga alias Yohan.

Sementara informasi yang diperoleh bahwa setelah peristiwa itu, jenazah korban dibawa ke RSUD Umbu Rara Meha Waingapu untuk divisum, kemudian disemayamkan di Matawai, Kota Waingapu dan selanjutnya diterbangkan ke Surabaya untuk dimakamkan.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved